RSS

Monthly Archives: February 2014

Sosialisasi P4GN di Lingkungan Pelajar Sekolah Menengah Atas melalui Focus Group Discussion di SMKN 10


Sosialisasi P4GN di Lingkungan Pelajar Sekolah Menengah Atas melalui Focus Group Discussion di SMKN 10.

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2014 in Education

 

Sosialisasi P4GN di Lingkungan Pelajar Sekolah Menengah Atas melalui Focus Group Discussion di SMKN 10


Sosialisasi P4GN di Lingkungan Pelajar Sekolah Menengah Atas melalui Focus Group Discussion di SMKN 10.

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2014 in Education

 

Sosialisasi P4GN di Lingkungan Pelajar Sekolah Menengah Atas melalui Focus Group Discussion di SMKN 10


Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur mengadakan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika ( P4GN ) di Lingkungan Sekolah Menengah Atas melalui Focus Group Discussion dengan Tema

” JADIKAN DIRIMU YANG BERSIH DAN BEBAS DARI PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA “

Dilaksanakan di SMKN 10 Cawang

Tanggal            : 26 Februari 2014

Jam                  : 08:00 – 12:00 WIB

 Gambar

Nara Sumber :

  1. Bapak Supardi, S.H.,M.H selaku Kepala BNN Kota Jakarta Timur
  2. Bapak Pungky Djoko, S.Sos selaku Koordinator Rehabilitasi

Moderator : Bapak Drs. H. Masdi Supriatik selaku Ketua Komite SMKN 10

Peserta     : 40 Siswa Siswi Perwakilan dari SMA / SMK Negeri dan Swasta se Jakarta Timur

Tepat jam 08:00 WIB Acara di mulai dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Selanjutnya Acara di lanjutkan tentang Pengenalan P4GN kepada seluruh Siswa yang dibawakan oleh : Bapak Anton Suriyadi Siagian, S.H.,M.H. Dalam kesempatan tersebut selain dipaparkan tentang P4GN untuk menarik para Siswa dan Siswi agar dapat lebih memahami dari Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di putarkan juga Film Animasi tentang Dampak dan Akibat dari Penyalahgunaan Narkoba tersebut.

Gambar

Tepat jam 09:30 Acara dilanjutkan dengan mendengarkan kata Sambutan Pertama dari Bapak Supardi, S.H.,M.H dan sambutan kedua dari Bapak Drs. Barmen Gano selaku Kasie Dikmen SMA yang mewakili Bapak Kasudin Dikmen Drs. H Budiana MM yang dikarenakan kesibukannya tidak dapat menghadiri Acara Sosialisasi P4GN ini. Pada sambutannya tersebut Bapak Barmen mengingatkan kepada para Siswa dan Siswi agar berani menolak ajakan atau bujuk rayu dari teman2 yang sudah terbiasa merokok, dalam celetukannya yang sangat kebapakan kepada para anak didik tersebut dia mengatakan agar jangan takut dikatakan “ BANCI “ atau “ Ngondek “ Karena tidak merokok ataupun mencoba2 Narkotika.

Sebelum Puncak Acara FGD ini dimulai sambutan terakhir disampaikan oleh Drs.Tikno Subadi selaku Kepala Sekolah SMKN 10 Cawang Jakarta Timur. Setelah Sambutan berakhir dilakukan Penyematan PIN Anti Narkoba oleh Bapak Supardi, S.H.,M.H kepada Bapak Drs. Barmen Gano, juga kepada Kepala Sekolah SMKN 10 dan Perwakilan Siswa Putra Putri

Gambar

 

Gambar

Setelah foto Bersama dengan seluruh Peserta FGD selanjutnya Focus Group Discussion dimulai dengan mendengarkan Paparan dari Kepala BNN Kota Jakarta Timur Tentang 

” 2014 Tahun  Penyelamatan Pecandu,  Korban dan Penyalahguna Narkotika ”

 

Gambar

•UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 54, 55, 103, 127 à Penyalahguna yang terbukti sebagai pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial
 
•PP No. 25 tahun 2011 tentang Wajib Lapor Pecandu Narkotika à pecandu yang sudah cukup umur atau keluarganya, dan/atau orang tua atau wali pecandu yang belum cukup umur wajib melaporkan diri kepada institusi penerima wajib lapor untuk menjalani rehabilitasi medis dan sosial

•Inpres No.12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional P4GN à fokus bidang rehabilitasi yaitu pembangunan kapasitas lembaga rehabilitasi medis dan sosial secara prioritas berdasarkan kerawanan daerah penyalahgunaan narkoba

 •Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penanganan Tersangka Atau Terdakwa Penyalahguna, Korban Penyalahgunaan, Dan Pecandu Narkotika

•PP No. 1305 /2011 Tentang Institusi Wajib Lapor
 
Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba dan korban penyalahgunaan narkoba
 
•JANGAN DIPENJARAKAN
•Hingga sejauh ini masih belum tersosialisasi dengan baik menyoal paradikma baru penanganan terhadap penyalahgunaan dan korban penyalahguna narkoba. Mereka masih dianggap sebagai pelaku tindak pidana yang perlu diproses hukum. Sekarang sekitar 23 ribu korban narkoba menghuni lembaga permasyarakatan, disamakan sangsinya dengan penjahat.
•Padahal saat ini yang dibutuhkan para korban narkoba tersebut adalah memulihkan dirinya kembali ke kehidupan normalnya melalui upaya rehabilitasi. Mereka sudah kehilangan masa lalunya, jangan biarkan masa depannya juga pupus,
•Saat ini ada kurang lebih 4 juta penyalahguna narkoba 
 
TERSANGKA NARKOBA BERDASARKAN 
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN TAHUN 2008 – 2012

NO.

TAHUN

PENDIDIKAN

JUMLAH

SD

SMP

SMA

PT

1.

2008

4.404

10.827

28.479

1.001

44.711

2.

2009

4.763

8.322

24.328

992

38.405

3.

2010

4.012

8.262

20.280

943

33.497

4.

2011

5.092

10.013

20.503

1.124

36.732

5.

2012

4.980

9.768

19.730

1.162

35.640

JUMLAH

23.251

47.192

113.320

5.222

188.985

%

12,30%

24,97%

59,96%

2,76%

100%

Sumber : Dit TPN Bareskrim Polri & BNN, Maret 2013

TERSANGKA NARKOBA
BERDASARKAN PEKERJAAN TAHUN 2008 – 2012

NO.

TAHUN

PEKERJAAN

PNS

POL/

TNI

SWT

WST

TANI

BRH

MHS

PLJ

PNG

1.

2008

210

273

17.588

14.631

639

3.580

647

654

6.489

2.

2009

250

307

14.550

11.258

780

3.598

653

635

6.374

3.

2010

251

227

13.943

7.480

902

3.944

518

531

5.701

4.

2011

337

294

17.444

7.730

1.079

3.525

611

605

5.107

5.

2012

320

287

16.071

7.545

1.388

4.025

710

695

4.599

JUMLAH

1.368

1.388

79.596

48.644

4.788

18.672

3.139

3.120

28.270

%

0,72%

0,73%

42,12%

25,74%

2,53%

9,88%

1,66%

1,65%

14,96%

Sumber : Dit TPN Bareskrim Polri & BNN, Maret 2013

 

Saat ini Di Indonesia terdapat lebih dari 3,8 juta pecandu narkoba (data 2011).
Sebagian besar diantaranya (43%-67%) adalah Gangguan Diagnosis Ganda (GDG) .
26% coba pakai, 27% teratur pakai, 40% pecandu bukan suntik dan 7% pecandu suntik (2008)

NARKOBA SEBAGAI EXTRA ORDINARY CRIME 

*KORBANNYA LUAS DAN MASIF, SETIAP HARI SEKITAR    50 ORANG  MENINGGAL DUNIA
*KERUGIANNYA SANGAT BESAR.  KERUGIAN PER TAHUN SEKITAR Rp. 50 TRILYUN  (UANG HASIL PENJUALAN NARKOBA, BIAYA REHABILITASI MEDIS, REHABILITASI SOSIAL,  MENURUNNYA KUALITAS SDM DENGAN KERUSAKAN OTAK SECARA PERMANEN, DLL).
 
KORBAN NARKOBA
•PENYALAHGUNA NARKOBA 

  (KERUSAKAN OTAK PERMANEN, KUALITAS SDM MENURUN, WAKTU DAN KESEMPATAN HILANG, DLL)

•KELUARGA  (TENAGA, WAKTU, BIAYA, PIKIRAN, PERASAAN, DLL)
•MASYARAKAT (NYAWA, MATERI, DLL) à CONTOH KASUS XENIA.
 
 
KHUSUS REMAJA

PENYALAH-GUNAAN NARKOBA DISEBABKAN OLEH :

ØMUDAH DIPENGARUHI OLEH TEMAN ( PEER GROUP ).
ØRASA INGIN  TAHU YANG TINGGI.
ØSOLIDARITAS YANG TINGGI.
ØINGIN TAMPIL MENONJOL.
ØMENGHILANGKAN RASA BOSAN DAN STRESS.
ØKEINGINAN YANG MEMBERONTAK.
||
||

REMAJA BERESIKO TINGGI DALAM PENYALAH-GUNAAN NARKOBA

 

TIDAK ADA SATU 

PROFESIPUN YANG LUPUT DARI  JERATAN NARKOBA

* Penangkapan OknumHakim P dg 2 orang rekan serta 4 orang wanita di diskotik di Jakarta Pusat tanggal 16 Oktober 2012

        * Penangkapan oknum Danlanal Semarang, Tgl 29 April 2013

        * Penangkapan Alberth H. Torey oknum Bupati teluk Wondama Papua Barat karena mengkomsumsi sabu bersama istrinya   

          tanggal 1 April ‘11

        * MODEL SEKSI TERNAMA : oknum Model TERKENA KASUS NARKOBA

           1.Kasus Sabu :Yoyo Padi, Samy Kerispatih, Revaldo / Garry artis film Roy Marten, Gogon Pelawak, Doyok Pelawak
           2.Kasus Ganja : Fariz RM,  Andika Kangen Band
        *  Penangkapan dr. Spesilis THT,  sdr. Iqbal   48 TH, di Aceh besar tanggal 28 Januari 2013
        *  Kepala Sekolah SMUN 8 Tangerang, Dudung I 51 Th, Tanggal 28 Mei 2013
        *  OknumPolisi polisi ditangkap saat sedang pesta sabu bersama Oknum PNS, Mereka ditangkap di rumah If di Jalan Provinsi
            Kilometer 1 RT 5 Terminal Penajam, Kalimantan Timur (25 oktober 2013)
        *  Oknum Pilot,2 Pilot Kena Kasus Narkoba, 10 Januari 2012 Mereka adalah pilot di salah satu Maskapai yang ada di Indonesia
        *  Apriani Si Penabrak Maut di Gambir, Positif Narkoba, 23 Januari 2012
        *  Musisi Dunia Berduka Atas Kematian Whitney Houston

           Dunia musik internasional begitu tergoncang dengan meninggalnya salah satu talenta terbaiknya, Whitney Houston.  

           Ucapan bela sungkawa pun mengalir deras dari para pelaku musik dunia.Lagu-lagunya :  Saving All My Love For You

           I Will Always Love You Awal tahun 90 0-an, Whitney Houseton mencapai puncak kejayaan sebagai ratu musik pop. Namun  

           pernikahan denngan Bobby Brown pada 1992 mengubah segalanya. Dalam membina rumah tangga selama 14 tahun, Brown

           sering bersikaqp rinhgan tanngan terhadap Houston.  Bahkan akibat sang suami, pengguna obat-obatan terlarang mulai

           menghampiri hidupnya.  Pada 2000, Houston dan Brown pernah ditangkap di Bandara Hawai, petugas menemukan mariyuana,

           dalam tasnya.

•Pada tahun 2009, ketika talk show dengan Oprah Winfrey,. Mereka mengakui menggunakan narkoba bersama suaminya dengan cara mencampur mariyuana dengan kokain.
•Akibat narkoba pasangan suami  kerap berkelahi.
•Sempat masuk kepusat rehabilitasi.
•Pada tahun 2010, Houston kembali terjerat penggunaan obat-obatan dan ulah tersebut mengakibatkan dia kerap tidak mampu mengendalikan diri di hadapan umum, termasuk saat konser di Brisbane, Auatralia, Februari 2010 dan London,Inggrisd, pada April 2010, ratusan peninonton keluar dari arena konser Houston dan meminta uang mereka dikembalikan, karena Houston tidak tampil selayaknya seorang penyanyi profesional.
•Pada tahun 2011 mendaftar lagi untuk rehabilitasi.
 
ANCAMAN TERKINI :
NARKOTIKA SINTETIS

Berkembang pesat nya narkotika sintetis jenis baru:

•Di Dunia ditemukan 250 jenis baru.
•Di Jepang ditemukan 50 jenis baru.
•Di Indonesia ditemukan  27 jenis baru.
•Pada  tanggal 11 februari 2012 meninggal dunia di sebuah kamar hotel Beverly Hilis, Colifornia, akibat narkotika .

 Berikut ini perkembangan NPS đï  Indonesia hingga juni 2013

1.Synthetic Cannabinoids =2 jenis (JWH-018;XLR-11)
2. Synthetic Cathinones =6 jenis ( MDMC(Methylone), 4-MEC, N-ethylcathinone, pentedrone, 4-MMC(Metedrone), MDPV)
3. Phenetylamines  = 6 jenis (DMA, 2-CB,DOC,PMMA, 5-APB,6-APB)
4. Piperazines  = 3 jenis ( Benzilpiperazine ( dari tahun 2007, sudah dilarang), CHlorophenilpiperazine, Trifluoro-methyl-phenilpiperazine)
5. Plant-based substances  =2 jenis ( catha edulis, mytragina speciosa)
6. Ketamine ( sejak 2007, masuk peraturan obat keras)
7. Miscellaneous  =1 jenis (alpha-methyl-tryptamine)

National Narcotic Board
Laboratory Testing
Jakarta

MENCEGAH DAMPAK BURUK DI KALANGAN SEKOLAH/GENERASI MUDA

•Mengintensifkan sosialisasi tentang kejahatan narkotikaserta akibat-akibatnya di sekolah dan harus diingatkan untuk memahami apa dampak destruktif darikebiasaan mengkumsumsi narkotika.
•Mengawasi secara ketat lingkungan sekolah terhadap pihak-pihak luar yang menjual narkotika, tentunya kerjawsama dengan pihak terkait.
•Pihak sekolah secara rutin melakukan tes urine dan razia terhadap anak-anak didiknya dan segenap staf pengajar. dan bukan rahasia lagi, cendikiawan pun sudah terkontaminasi narkotika.
•Memonitor anak didiknya yang nilainya terus menunjukan tidak baik, bahkan turun, narkotika kemungkinan besar salah satu penyebab kegagalan di suatu sekolah.
•Menjatuhkan sanksi yang setimpal kepada anak didik yang terbukti mengkomsumsi narkotika, sanksi rehabilitasi dan dipulihkan.
 
Kesimpulan
•Bahwa pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkoba bukan merupakan pelaku kriminal, tetapi orang yang sakit yang harus diobati.
•Pengobatanya melaui Rehabilitasi bukan dipenjarakan.
•Caranya melaui IPWL dan asesmen apabila tertangkap oleh petugas.
•Perlunya kepedulian kita bersama untuk menyalamatkan anak bangsa.
•Dan Tahun 2014 ini merupakan komitmen kita bersama yaitu Tahun penyelamatan pencandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkoba.
 
Paparan Kedua disampaikan oleh Bapak Pungky Djoko,S.Sos
Gambar
 
Dukungan untuk Remaja Pengguna Narkoba
•Layanan Detoksifikasi
•Pemulihan
•Layanan Testing dan konseling
•Komunikasi perubahan perilaku
•Terapi infeksi oportunistik
•Terapi ARV
 
Peran Teman Sebaya
 
•Amat penting
•Pemberi informasi yang dipercaya
•Petugas penjangkau
•Dampingan dan dukungan
•Merujuk ke rumah sakit
•Meningkatkan kepatuhan minum obat.
 
Dukungan dan Pendampingan 
 
•Mendeteksi remaja berisiko menggunakan Narkoba.
•Melaksanakan kegiatan remaja yang menjauhkan dari Narkoba.
•Memberi pengertian pada orang tua tentang pendampingan pecandu
•Merujuk ke wisma pemulihan
•Pendampingan keluarga
•Lapangan kerja produktif
 
Deteksi Dini Ketergantungan
Narkoba

Deteksi dini adalah upaya mengenali faktor

yang dapat mencetus seseorang mengalami

ketergantungan Narkoba, dan mengenali

tanda-tanda awal mereka menggunakan narkoba

 

Mengapa remaja menggunakan Narkoba

•Perasaan galau  peralihan masa kanak-kanak/remaja ke dewasa
•Tekanan dari teman
•Pemberontakan   —>   otoritas orang tua dan mencari indentitas diri
•Keingintahuan  dorongan kuat untuk ekploitasi dunia sekitarnya
•Jiwa petualang   —>  melakukan hal berisiko
•Meniru orang dewasa    —>      simbol kedewasaan
•Obat yang mujarab     —>        mengatasi perasaan & emosi
•Keyakinan yang salah  —>    yang terjadi pada orang lain, tidak akan terjadi pada saya
 
Golongan Risiko tinggi Penyalahguna Narkoba
•Konsep diri buruk; rendah diri, tidak memiliki kepercayaan diri
•Mudah kecewa, mudah putus asa
•Sangat tidak sabar, sangat tidak tekun dalam mengerjakan sesuatu
•Terlalu berani mengambil risiko, tidak memiliki rasa takut
•Sangat sensitif
•Memiliki kecerdasan taraf borderline
•Riwayat hiperaktivitas masa kecil
•Mulai merokok  ada usia dini
•Memiliki ganguan tingkah laku
•Tingkah laku pencarian sensasi
•Ambang frustasi rendah
 
Ciri Risiko Tinggi pada Remaja
•Memiliki rasa rendah diri, tidak percaya diri
•Mempunyai sifat tidak sabar, keinginan harus segera terpenuhi
•Diliputi rasa sedih (depresi) atau kecemasan
•Cenderung melakukan sesuatu yang berisiko tinggi
•Cenderung memberontak dan menantang
•Tidak mau mengikuti  peraturan/ tata nilai yang berlaku
•Cenderung menyerempet bahaya
•Berteman dengan penyalahguna Narkoba
•Rasa ingin ahu dan ingin coba-coba yang kuat
•Motivasi belajar yang rendah
•Hambatan perkembangan psikososial (pemalu, sulit bergaul, penyendiri dll)
•Mudah bosan, jenuh dan murung
•Cenderung merusak diri sendiri
 
Penyalahguna narkoba dalam tahap coba-coba
•Perubahan pada pola tingah laku; mis, prestasi menurun
•Perubahan dalam memilih teman
•Lebih sering menghindar  dari oratng tua dalam bentuk apapun
•Sering bersifat agresif tanpa sebab yang jelas
•Emosional dalam menghadapi masalah
 
Mengenali Ciri-Ciri Pecandu Narkoba
•Pecandu daun ganja : Cenderung lusuh, mata merah, kelopak mata mengattup terus, doyan makan karena perut merasa lapar terus dan suka tertawa jika terlibat pembicaraan lucu.
•Pecandu putauw : Sering menyendiri di tempat gelap sambil dengar musik, malas mandi karena kondisi badan selalu kedinginan, badan kurus, layu serta selalu apatis terhadap lawan jenis.
•Pecandu inex atau ekstasi : Suka keluar rumah, selalu riang jika mendengar musik house, wajah terlihat lelah, bibir suka pecah-pecah dan badan suka keringatan, sering minder setelah pengaruh inex hilang.
•Pecandu sabu-sabu : gampang gelisah dan serba salah melakukan apa saja, jarang mau menatap mata jika diajak bicara, mata sering jelalatan, karakternya dominan curiga, apalagi pada orang yang baru dikenal, badan berkeringat meski berada di dalam ruangan ber-AC, suka marah dan sensitive.
 
Tanda-tanda Fisik
•Ada saat menggunakan; jalan sempoyongan, bicara pelo, apatis, mengantuk, agresif, curiga.
•Overdosis; napas sesak, denyut nadi dan jantung lambat, kulit terasa dingin, napas lambat atau berhenti.
•Sedang ketagihan (sakau); mata dan hidung berair, menguap terus menerus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, takut air (malas mandi)          pengguna opiat
•Pengaruh jangka panjang; kebersihan dan kesehatan tidak terawat, bekas suntikan, dll.
 
Perubahan sikap dan Perilaku
•Prestasi sekolah menurun
•Pola tidur berubah
•Sering berpergian
•Sering mengurung diri di kamar atau kamar mandi, menghindari bertemu anggota kelurga
•Sering menerima telepon atau didaangi orang yang tidak dikenal
•Banyak menggunakan uang
• Berbohong, mencuri barang berharga keluarga atau miliknya hilang
•Bersikap emosional
•Hilangnya minat ada hobi atau kegiatan yang selama ini disenangi
 
Perubahan Lain
•Bau ganja (seperti ali terbakar) di ruangan atau pakaian
•Adanya pengharum ruangan
•Tetes mata, pencuci  mulut
•Rokok ganja
•Kapsul atau tablet
•Kertas penggulung rokok
•Pipa, filter, kasa, saringan
•Pipa air Bong (biasanya gelas pelastik)
•Sendok kecil, sedotan, silet (digunakan untuk kokain)
 
Peralatan yang dicurigai
•Jarum suntik 1 ml, kadang dibuang di saluran air kamar mandi
•Air mineral
•Sedotan minuman
•Gulungan uang kertas
•Tutup botol minuman mineral yang dilubangi
•Sendok melengkung bekas dibakar, kartu elepon
•Kertas timah beas bungkus rokok atau permen karet
•Botol kecil yang dilubangi dindingnya
•Adanya sisa Narkoba
 
Kebijakan wajib lapor  dalam UU No. 35/2009 tentang Narkotika
•Kegiatan melaporkan diri yang dilakukan oleh Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur atau keluarganya, dan/atau orang tua atau wali dari Pecandu Narkotika yang belum cukup umur kepada Institusi Penerima Wajib Lapor untuk mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
 
Kebijakan Wajib Lapor dalam Ps. 55 UU No. 35/2009
•(1) Orang tua atau wali dari pecandu yang belum cukup umur wajib melaporkan kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan atau perawatan melalui rehablitasi medis dan rehabilitasi sosial
•(2) Pecandu Narkotika yang sudah cukup umur wajib melaporkan diri atau dilaporkan oleh kelurganya kepada kepada pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit dan/atau lembaga rehabilitasi medis dan lembaga rehabilitasi sosial yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mendapatkan pengobatan dan atau perawatan melalui rehablitasi medis dan rehabilitasi sosial
 
 
TETAP HIDUP DENGAN TEGAR
KARENA HIDUP BEGITU BERHARGA
KATAKAN TIDAK !!
PADA NARKOBA
 
 
 
 
Gambar
 
Gambar
 
 
Gambar
 
 
Gambar
 
 
Gambar
 
 
 
 
 
 
 
 
1 Comment

Posted by on February 26, 2014 in Education

 
 
%d bloggers like this: