RSS

Monthly Archives: March 2014

” MELALUI OLAH RAGA KITA MEMBENTENGI DIRI DARI BAHAYA NARKOBA “


Badan Narkotika Nasional Jakarta Timur di FESTIVAL BELADIRI TAEKWONDO DAN KARATE Bersama GENERASI UNGGULAN NUSANTARA pada tanggal  2223 MARET 2014 Berlokasi di GOR FORKI Cibubur dengan Peserta Fetival Beladiri Taekwondo dan Karate sebanyak 1055 peserta

08:0011:30                 Kejuaraan Taekwondo dan Karate GUN 2014

11:30 – 11:45                 Penyambutan Tamu VIP                                     Tari Betawi

Gambar

11:45 – 11:50                 Atraksi Tae Kwon Do                                        TKD GAFATAR

Gambar

                                    MC Opening                                        

11:50 – 11:55                 Indonesia Raya                                                Khandy

11:55 – 12:00                 Laporan Ketua Panitia                                      Yudi Irawan

Gambar

12:00 – 12:15                Sambutan Ketua Umum GAFATAR                    M M Tumanurung

Gambar

12:15 – 12:30                Sambutan MENPORA RI Yang Di Wakilkan       dr. Bayu Rahadian

                                    Pembukaan GUN 2014

Gambar

12:30 – 12:35                Atraksi Silat Nusantara                                       Silat

                                    (Cabang Beladiri yang akan dipertandikan pada GUN mendatang)

Gambar

12:35 – 12:45                Tambur Korea                                                  Korea

Gambar

12:45 – 12:50                Statemen Tokoh BNN                                       Supardi, SH., MH

 

Gambar

 

Gambar

Gambar

 

Gambar

 

Didalam Pesan-pesan yang diberikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur kali ini Sangat memberikan Apresiasi yang besar atas Terselenggaranya Festifal Beladiri ini, Berikut Kutipan Pesan atau STATEMEN  yang disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH, MH :

•Pertama Kami selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur, juga atas Nama Pimpinan BNN, mengucapkan terima kasih dan penghargaan serta apresiasi kepada penyelenggara festival Beladiri dan karate yang setinggi-tingginya, juga kami bersyukur kepada rekas-rekan sekalian yang sudah bergabung dalam Festival bela diri ini , atau memilih hidup sehat tanpa narkoba.
•perlu kita ketahui diluaran sana ribuan anak bangsa yang meninggal sia-sia karena narkoba.
•Juga sebagian anak bangsa putus asa dan salah memilih jalan dan fakta membuktikan ada kurang lebih  4 juta anak bangsa telah keliru memilih & menjebakkan diri dalam narkoba
Kebijakan BNN
•Tahun 2014 dicanangkan tahun Penyelamatan Pecandu Narkoba.
•Karena Pecandu, Penyalahguna dan Korban Penyalahgunaan Narkoba bukan pelaku kriminal tetapi merupakan orang yang sakit yang perlu direhabilitasi bukan masuk penjara.
•Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada seluruh rekan -rekan yang hadir pada acara ini agar mau menjadi pelopor dan menginformasikan kepada handai taulan agar mau melapor kepada IPWL untuk mendapatkan pelayanan Rehabilitasi.
 
Pesan Kami ataupun Statemen kami Kepada Para Atlit

1.  Tingkatkan Sportifitas yang merupakan wujud nyata, membentengi diri dari bahaya narkoba, dari Usia Dini melalui Beladiri.

2. Kejujuran, disiplin,keuletan serta tanggung jawab,siapkan Fisik dan Mental serta jaga Kekompakan Tim.

3. Berfikir cerdas, mempunyai mimpi mampu menjadi juara dan cita-cita luhur selaku altit sebagai generasi penerus untuk meraih prestasi.

4. Selalu menggunakan gaya hidup sederhana tetapi sehat dan Raih Prestasi sebanyak-banyaknya tanpa Narkoba.

5. Pengabdian terhadap Bangsa dan Negara serta taat kepada Yang Kuasa.

Yel-yel

•Narkoba ——- No.
•Olahraga——- Yes
•Narkoba——– No.
•Taekwondo—-Yes
•Narkoba ——–No.
•Karate ——— Yes.
•Narkoba ——–No.
•Prestasi——– Yes

 

12:50 – 12:55                Statemen Tokoh Beladiri                                  Iwan Fals

12:55 – 13:00                Atraksi Karate                                                   Karate GAFATAR

Gambar

Gambar

13:00 – 17:00                Kejuaraan Taekwondo dan Karate GUN 2014

Hari Minggu tanggal 23 Maret 2014

08:0011:30                 Kejuaraan Taekwondo GUN 2014

12:0013:00                Istirahat

13:0015:00                Kejuaraan Taekwondo GUN 2014

Selesai

Gambar

Gambar

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 25, 2014 in Education

 

Peran Wartawan dan Media dalam Penyelamatan Pengguna Narkoba


Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH, MH Pada tanggal 19 Maret 2014  memberikan Paparan yang bertemakan ” Peran Aktif Wartawan dalam membuat Berita dan Opini Publik sehingga Pecandu Narkoba mau di Rehabilitasi “ di Margonda Raya No. 301 Depok, di hadapan 40 Wartawan.

 Di Kesempatan tersebut Kepala BNN Kota Jakarta Timur memberi Paparan Sebagai berikut :

PERMASALAH NARKOBA

•Permasalahan narkoba di Indonesia saat ini adalah penyalah guna narkoba yang sudah terlanjur besar yaitu  sekitar 4 juta orang, sedangkan rehabilitasinya belum berjalan secara maksimal, 
•“Pendekatan dekriminalisasi berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan memberi
  kewenangan besar kepada hakim untuk memutuskan hukuman rehabilitasi kepada penyalah guna narkoba, tetapi
  tidak banyak dilakukan, Hakim justru lebih memilih memberikan hukuman pidana penjara,
•Kondisi bangsa yg terus dipacu mengikuti kemajuan & perubahan yg terus bergerak membuat sebagian kecil anak
 bangsa putus asa & salah memilih jalan. 
   – Fakta membuktikan, bahwa 4 juta anak bangsa telah keliru memilih & menjebakkan diri dalam narkoba. 
   – Hal ini memaksa pemerintah harus terus menyediakan fasilitas rehabilitasi yg memadai, disamping juga
      menyediakan aparatur BNN yg profesional, berkompeten & berintegritas di bidangnya. 
•Sebagai LPNK posisi & kedudukan BNN menjadi leading sector dalam upaya P4GN bagi seluruh instansi pemerintah  & komponen masy. 
   –Oleh karenanya, setiap aparatur yg menjalankan tugas pokok & fungsi BNN harus berkomitmen dalam mewujudkan
      kepemerintahan yg baik yg mampu menyatukan & menggerakan instansi pemerintah, swasta & partisipasi
      masyarakat
 
Budaya melaporkan diri belum jalan
 
•masyarakat belum memiliki budaya melaporkan diri kepada instansi penerima wajib lapor (IPWL), karena takut disebabkan banyak fakta pengguna narkoba masih dihukum pidana, meskipun secara yuridis tidak dipidana apabila melapor, bahkan yang bersangkutan akan mendapatkan perawatan, “Masyarakat juga kurang memahami kekhususan dari pada adiksi, sehingga hukuman pidana ini dianggap lebih berat dibanding hukuman rehabilitasi,”
ANCAMAN TERKINI :
NARKOTIKA SINTETIS
 
•Berkembang pesat nya narkotika sintetis jenis baru:
• Di Dunia ditemukan 250 jenis baru.
• Di Jepang ditemukan 50 jenis baru.
• Di Indonesia ditemukan  26  jenis baru.
 
Berikut ini perkembangan NPS đï  Indonesia hingga juni 2013

1.Synthetic Cannabinoids =2 jenis (JWH-018;XLR-11)
2. Synthetic Cathinones =6 jenis ( MDMC(Methylone), 4-MEC, N-ethylcathinone, pentedrone, 4-MMC(Metedrone), MDPV)
3. Phenetylamines  = 6 jenis (DMA, 2-CB,DOC,PMMA, 5-APB,6-APB)
4. Piperazines  = 3 jenis ( Benzilpiperazine ( dari tahun 2007, sudah dilarang), CHlorophenilpiperazine, Trifluoro-methyl-phenilpiperazine)
5. Plant-based substances  =2 jenis ( catha edulis, mytragina speciosa)
6. Ketamine ( sejak 2007, masuk peraturan obat keras)
7. Miscellaneous  =1 jenis (alpha-methyl-tryptamine)

 
National Narcotic Board
Laboratory Testing
Jakarta
 
POTENSI Kita sebagai wartawan
 
Human potential represents abilities &                                            Potensi kita  merepresentasikan kemampuan dan

capacities which exist, but which are unused by,                            kapasitasnya yang ada, namun tidak digunakan, dan

and often unknown to, an individual.                                               sering tidak diketahui oleh orang yang memilikinya.

 
Wartawan UU No.40/1999
 
•Pasal 1 ayat (4) UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan wartawan adalah orang yang secara teratur melakukan kerja jurnalistik. Sementara, Pasal 1 ayat (1) menjelaskan bahwa Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menampikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.
 
•Lalu, apakah berdasarkan pasal ini berarti semua orang yang melaksanakan kegiatan jurnalistik dan menyampaikannya melalui saluran apapun yang tersedia–termasuk internet atau televisi–merupakan wartawan? Nanti dulu.
•Pengamat hukum media yang juga anggota dewan pers, Hinca IP Panjaitan, secara tegas menyatakan bahwa blogger bukanlah wartawan. Hinca mendefiniskan wartawan sebagai seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik secara terus menerus dan bekerja di perusahaan pers.
•”Blogger bukan wartawan, itu hobi. Untuk bisa menjadi perusahaan pers, ia harus berbadan hukum. Karena itu kalau pribadi membuat blog, itu bukanlah pers,” ujar Hinca. Sebaliknya, menurut anggota Ombudsman grup Jawa Pos ini, wartawan sebuah media online merupakan wartawan jika media tempatnya bekerja itu berbadan hukum.
•Sama seperti dokter atau advokat, wartawan juga wajib mematuhi kode etik jurnalistik seperti ditentukan dalam pasal 7 UU Pers. Meski bergabung dengan organisasi wartawan bukan suatu kewajiban, wartawan yang tidak tergabung dalam organisasi, tetap  terikat pada Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) yang ditetapkan oleh Dewan Pers.
•”Kalau kode etik PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) atau AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia), konstituennya adalah wartawan anggota organisasi tersebut. Kode Etik Dewan Pers/KEWI konstituennya adalah perusahaan pers tempat wartawan bekerja. Perusahaan Pers harus mematuhi KEWI, karena itu adalah perintah Undang-undang,” 
Pemberitaan
 
•Dimohonkan kepada reka-rekan Media, bahwa para Media mampu menjadi pelopor dan Mediator melaui pemberitaan khusnya masalah pecandu narkoba mau direhabilitasi.
•Pemberitaan mampu mempengaruhi dan membuat Opini msyarakat untuk tidak takut melapor apabila keluarganya terkena narkoba dan mau di rehabilitasi.
•Karena pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkoba bukan merupakan pelaku kriminal dan masuk penjara, tetapi orang yang sakit yang perlu perawatan dan rehabilitasi.
•Pimpinan BNN telah mencanangkan, bahwa Tahun 2014 merupakan Tahun penyelamatan Pecandu Narkoba dan Pencanangan ini telah ditandatangi oleh Ketua DPR-RI, Ketua DPD DPR-RI,  KAPOLRI, KEPALA BNN-RI dan KETUA MAHKAMAH AGUNG, hal ini untuk menyalamatkan anak bangsa.
 
Di Akhir Paparannya Kepala BNN Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH, MH  menjelaskan bahwa : 
 
PERAN WARTAWAN DAN MEDIA
• Wartawan memiliki peranan penting sebagai media dalam mentransfer informasi kepada masyarakat, termasuk informasi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang sangat bermanfaat.
 

PERAN SERTA WARTAWAN DAN MEDIA KAMI HARAPKAN

* BERIKAN INFO TTG NARKOBA SEKECIL APAPUN

  * PERHATIKAN PERKEMBANGAN ANAK SEJAK DINI

  * PERHATIKAN PERUBAHAN PRILAKU DI LINGKUNGAN DIMANA SAUDARA BERADA

  * BERIKAN SOLUSI THD ORG YG SEDANG BERMASALAH

•LEBIH BAIK MENJADI CONTOH DR PD SEKEDAR MEMBERI CONTOH

* BERIKAN ARAHAN APBL  ADA ORG DISEKITAR KITA

YG SUDAH JD PECANDU NARKOBA

* TURUT PERDULI DLM P4GN GUNA MENYELAMATKAN ANAK BANGSA

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

TERIMA KASIH

Atas perhatiannya

  MOHON MAAF   ATAS SEGALA KEKURANGAN

Gambar

 
1 Comment

Posted by on March 24, 2014 in Berita

 

WAHANA DESIMINASI INFORMASI P4GN MELALUI SOSIALISASI P4GN DI LINGKUNGAN PERANGKAT PEMERINTAHAN KOTA SAMPAI DENGAN KELURAHAN MELALUI FGD DENGAN TEMA ” MARI KITA CIPTAKAN LINGKUNGAN YANG BERSIH DAN BEBAS PENYALAHGUNAAN NARKOBA “


Dilaksanakan di Aula Kantor Camat Duren Sawit

Hari                  : Rabu

Tanggal            : 05 Maret 2014

Jam                  : 08:00 – 12:00 WIB

Gambar

Gambar

Pembuka Acara : Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si

Nara Sumber :

  1. Bapak Supardi, S.H.,M.H selaku Kepala BNN Kota Jakarta Timur
  2. Bapak Drs. H. Masdi Supriatik Selaku Dewan Pembina P4GN

Peserta     : 10 Camat 30 Lurah

Acara Sosialisasi ini di awali dengan Kata Sambutan dari Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH, MH. Pada Kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa saat ini Peredaran Gelap Narkotika di Indonesia dianggap sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan saat ini Posisi Indonesia tidak hanya sebagai Negara Transit Narkotika tetapi sudah berkembang menjadi Produsen dan Pemasaran Narkotika. Terkait Peningkatan Status mengkhawatirkan itu tak lepas dari besarnya ketersediaan Barang Haram itu dan Permintaannya di masyarakat atau istilahnya Supply and Demand. Data BNN pada Tahun 2013, Jumlah Korban Penyalahguna Narkotika mencapai 4,5 Juta Jiwa, sedangkan untuk DKI Jakarta mencapai 7 % dari Populasi Jumlah Penduduk dan setengahnya adalah Usia Produktif. Pada Tahun 2013 Data Kasus mencapai 32.470 Kasus Peredaran Gelap Narkotika yang Terungkap, Data tersebut kembali menegaskan bahwa Narkotika makin Marak, karena jumlah itu naik disbanding tahun 2012 yang berada di angka 26.561, Barang Bukti Narkotika telah disita diantaranya 16 Ton Ganja dan 1 Juta Pil Ekstasi, sedangkan khusus Jakarta Timur pada tahun 2012 terungkap 373 kasus dan pada tahun 2013 terungkap 368 kasus.

Saat ini  sekitar 23.000 Korban Narkotika Penghuni Lembaga Pemasyarakatan, yang disamakan sanksinya dengan Penjahat, yang pada dasarnya mereka bukan Penjahat melainkan Korban yang memerlukan REHABILITASI. Namun untuk Pengedar, Bandar, Produsen tentunya tidak cukup dijerat dengan UU Narkotika melainkan ditambah dengan UU TPPU, karena sebagian besar Bandar Narkoba menggunakan uang kejahatan hasil jual Narkotika untuk Usaha Lain atau diputar dengan bentuk lain.

Kita menyadari, segala upaya dalam menyelesaikan masalah Narkotika di Indonesia sudah banyak dilakukan oleh para penegak Hukum, namun sampai saat ini Pengguna Narkoba belum berkurang bahkan cenderung bertambah. Salah satu hal yang menyebabkan permasalahan tersebut belum dapat diselesaikan adalah Pandangan masyarakat terhadap pengguna Narkoba yang masih di CAP sebagai Pelaku Kejahatan, Sampah Masyarakat dan berbagai Stigma lainnya sehingga mereka di hokum Penjara.Dampak dari pandangan masyarakat ini mengakibatkan Permasalahan Narkoba tidak kunjung selesai, bahkan timbul masalah lainnya seperti beban Lapas menjadi Over.

Disisi lain Penyalahguna Narkotika memiliki sifat ke khususan dengan tingkat Relaps atau Tingkat Kekambuhan yang tinggi. Mereka tidak dapat pulih dengan sendirinya tanpa ada uluran tangan dari Keluarga, maupun perhatian kita semua. Agar kita dapat menyamakan Persepsi terhadap bagaimana seharusnya memandang dan menangani Pengguna, Penyalahguna dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, MEREKA ITU SUDAH KEHILANGAN MASA LALU DAN MASA KININYA, JANGAN SAMPAI MEREKA KEHILANGAN MASA DEPANNYA.

            Di akhir sambutannya Kepala BNNK Jakarta Timur mengatakan bahwa Makna dari Penyelamatan Pengguna, Penyalahguna dan Korban Penyalahgunaan Narkotika bukan hanya sekedar Jargon semata, namun hal ini adalah bentuk Komitmen kita bersama untuk menyelamatkannya yang saat ini masih Bersembunyi, kita harus mendorong dan meyakinkan mereka, Keluarganya untuk melaporkan diri secara Sukarela kepada Institusi Penerima Wajib Lapor ( IPWL ) agar memperoleh Perawatan Rehabilitasi sehingga dapat menyongsong masa depan yang lebih baik dan tidak kambuh lagi.

Gambar

Pada Kesempatan itu pula Bapak Kepala BNNK Jakarta Timur memohon kesediaan dari Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur, Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si untuk berkenan memberikan Sambutan yang sekaligus membuka Acara Sosialisasi P4GN di lingkungan Perangkat Pemerintahan.

Dalam Kata Sambutannya Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si mengatakan bahwa Masalah Narkotika saat ini sudah menjadi PR Pemerintah dan sulit untuk diberantas oleh karena itu kegiatan seperti ini harus melibatkan seluruh Komponen masyarakat dan harus di sharingkan ke masyarakat karena jika tidak maka Pemerintah tidak akan sanggup mengatasinya sendiri maka Masyarakat harus di libatkan, Jadi diharapkan dengan kegiatan ini Camat, Lurah akan lebih termotivasi  dan bergerak untuk menggerakkan masyarakat di Wilayahnya masing-masing untuk bersama sama menghindari memberantas, mencegah peredaran Narkotika.  Dan di Jakarta Timur akan di buka Posko Pengaduan Masyarakat bagi keluarga yang anggota keluarganya membutuhkan bantuan karena menjadi penyalahguna narkoba, oleh karena itu Walikota akan bekerjasama dengan BNN dan ditahun 2014 akan diadakan Lomba P4GN untuk seluruh Kelurahan. Di akhir sambutannya Bapak Walikota kembali berpesan kepada seluruh Camat dan Lurah agar Lebih mengutamakan menggerakkan masyarakat dan terus memberi motivasi dalam hal mensosialisasikan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahguna dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Gambar

Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si

Gambar

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH, MH menyematkan PIN kepada Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si

Gambar

Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si menyematkan PIN kepada Bapak Camat Duren Sawit Drs. Abu Bakar, SE, M.Si.

   Gambar

Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si menyematkan PIN kepada Ibu Lurah Malaka Sari Rima Dahlia

 Gambar

Gambar                       Gambar

Setelah Bapak Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur Bapak Drs. H.R. Krisdianto, M.Si meninggalkan Ruangan, Acara Sosialisasi ini kembali di lanjutkan dengan mendengarkan Paparan Pertama dari Nara Sumber yang berasal dari Dewan Pembina P4GN Bapak Drs. H. Masdi Supriatik

PENTINGNYA REHABILITASI  BAGI PENYALAHGUNA NARKOBA

MENGAPA PECANDU NARKOTIKA
HARUS DI REHABILITASI?

¨Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap warga negaranya telah terlanjur sebagai pecandu untuk disembuhkan.
¨Sebagai bentuk tanggung jawab pecandu sebagai warga negara untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan bebas lahgun Narkoba.
¨Sebagai implementasi semangat Dekriminalisasi pecandu narkotika.
Situasi di Masyarakat 
*Fasilitas Pengobatan & Perawatan bagi pecandu terbatas (RSU, RSJ, Puskesmas, Panti Rehabilitasi & Rutan / Lapas), Pengobatan Merata Terutama bagi yang Tidak Mampu
ØPenularan Penyakit Fisik Meningkat
*Penyakit Psikis / Mental / Jiwa Meningkat (CEMAS, DEPRESI & GANGGUAN JIWA BERAT), masyarakat resah, pergaulan seks bebas, hidup tidak nyaman & tidak aman
*Penolakan karena malu / stigma terhadap pecandu dan mantan pecandu yang masih kuat
PARADIGMA DALAM PENANGANAN
KASUS NARKOTIKA DI INDONESIA
¨Indonesia menyadari bahwa pemenjaraan pengguna narkotika tidak menyelesaikan persoalan.
¨Indonesia perlu UU yang lebih humanisme itu sebabnya direalisasikan melalui proses perubahan UU No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika menjadi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
¨Adanya perspektif berbeda dalam memandang persoalan :
*Isu legal (Polri, BNN dan masyarakat)
*Isu moral (Kemenkes RI, Kemensos RI dan masyarakat).
*Isu sosial (Kemenkes RI, Kemensos RI dan masyarakat).
PEMULIHAN PENYALAHGUNA
NARKOBA  
•Umumnya pengguna narkoba membutuhkan waktu 1 tahun untuk pemulihan kondisi fisik, psikis, dan sosial® harus menjalani rehabilitasi
•Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya yang keras, disiplin, niat dan kerjasama antar keluarga dan pusat rehabilitasi
•Tidak ada kata sembuh untuk pengguna narkoba = Pulih
•Sekalipun pecandu sudah pulih selama 6 bulan tidak ada jaminan bahwa tidak akan kambuh
•Perjuangan pengguna narkoba untuk pulih adalah seumur hidup
Yang perlu dilakukan ortu bila diketahui anaknya penyalahguna narkoba
*Bersikap tenang
*Jangan tunda masalah
*Beri dukungan non-verbal
*Hargai kejujuran
*Jujur terhadap diri sendiri
*Minta bantuan
*Bangun kehidupan dalam keluarga, selesaikan konflik dalam keluarga

PENTINGNYA PERAN KELUARGA 

Keluarga beresiko tinggi :

¨Komunikasi tidak efektif
¨Sikap yang sangat otoriter atau permisif
¨Sikap tidak konsisten antara kedua orangtua
¨Keluarga kurang harmonis
¨Salah satu/kedua orangtua menjadi penyalahguna /  ketergantungan Narkoba
Gambar
Gambar
 
Gambar
Paparan ke 2 disampaikan oleh  Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH, MH   dengan Tema

Kebijakan dan Strategi

 Menciptakan Lingkungan bersih dan

 Bebas dari Penyalahgunaan Narkotika

LANDASAN  HUKUM  P4GN
•Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
•Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional.
•Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor : 12 Tahun 2011 tentang P4GN
 •Permendagri no 21 th 2013 ttg FASILITASI  Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika
TUGAS BNN
BNN mempunyai tugas :
1.Menyusun dan melaksanakan kebijakan Nasional mengenai    Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika;
2.Mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkotika Dan Prekusor Narkotika;
3.Berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia dalam Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika Prekursor Narkotika.
4.Meningkatkan kemampuan lembaga rehabilitas medis dan rehabilitas sosial pecandu Narkotika, baik yang di selenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat.

5.  Memberdayakan masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika;

6.   Memantau, Mengarahkan, dan Meningkatkan kegiatan Masyarakat dalam pecegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap    Narkotika dan Prekursor Narkotika.

7.   Melakukan kerjasama Bilateral dan Multilateral, baik Regional maupun Internasional, guna mencegah dan memberantas peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

8.   Mengembangkan Laboratorium Narkotika dan Prekursor Narkotika

9.   Melaksanakan Administrasi penyelidikan dan Penyidikan terhadap perakara penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

10. Membuat laporan tahunan mengenai pelaksanaan tugas dan wewenang. Selain tugas di atas, BNN juga bertugas menyusun dan  melaksanakan JAKSTRANAS P4GN.

KEBIJAKAN DAN STRATEGI DLM P4GN ( INPRES NO.12 TH 2011) 

 A. ARAH KEBIJAKAN P4GN

1. MENJADIKAN  97, 2 % PENDUDUK INDONESIA IMUN

DGN  MENUMBUHKAN SIKAP MENOLAK NARKOBA DAN

MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BEBAS NARKOBA

2. MENJADIKAN  2,8 % PENDUDUK INDONESIA ( PENYALAH GUNA

NARKOBA ) SCR BERTAHAP DAPAT PELAYANAN REHAB MEDIS

DAN REHAB SOSIAL  SERTA MENCEGAH KAMBUH DG PROGRAM

AFTER CARE

3. MENUMPAS JARINGAN SINDIKAT NARKOBA DIDALAM MAUPUN

LUAR NEGERI  DAN MENGHANCURKAN KEKUATAN EKONOMI

JARINGAN SINDIKAT DENGAN SITA  ASET YG BERASAL DARI TP

NARKOBA MELALUI GAKKUM YG TEGAS DAN KERAS

 B. STRATEGI  DI BIDANG PEMBERANTASAN

1. PENGAWASAN  THD IMPOR, PRODUKSI, DISTRIBUSI

PENGGUNAAN ,EKSPOR, RE- EKSPOR BHN KIMIA PREKURSOR

2. UNGKAP PABRIK GELAP NARKOBA LAB / RUMAHAN

3. UNGKAP TPPU TERKAIT TP NARKOBA

4. LIDIK, SIDIK, TUNTUT , PERADILAN JAR NARKOBA DLM DAN  LUAR NEGERI

5. TINDAK TEGAS APARAT GAKKUM & PEMERINTAH  YG TERLIBAT

6. KAT KERMA  APARAT GAKKUM DI LAPANGAN

7. KAT KERMA  APARAT GAKKUM TINGKAT INTERNASIONAL  U/ UNGKAP  JAR INTERNASIONAL

 Syarat-Syarat
*Identitas Pemohon;
*Hubungan Pemohon Dengan Tersangka;
*Uraian Pokok Perkara Yang Disusun Secara Kronologis ;
*Fotokopi Surat Nikah Apabila Tersangka Adalah Suami/Istri;
*Fotokopi Surat Kuasa Khusus, Apabila Pemohon Adalah Kuasa Hukum;
*Fotokopi Surat Penangkapan;
*Fotokopi Surat Penahanan;
*Surat Keterangan Dari Tempat Yang Bersangkutan Pernah Atau Sedang Menjalani Rehabilitasi Medis Dan/Atau Rehabilitasi Sosial;
*Surat Permohonan Dari Penyidik Untuk Melakukan Pemeriksaan Kesehatan/Psikiatri Terhadap Tersangka;
*Surat Pernyataan Bahwa Dalam Pengurusan Permohonan Tidak Dipungut Biaya.

PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA YANG MENJADI AKIBAT DARI MENINGKATNYA KRIMINALITAS, KORUPSI, DAN PENYIMPANGAN PERILAKU  BURUK, YANG DAPAT MENGHANCURKAN ASET BANGSA.KERUGIAN DARI PENYELAHGUNAAN NARKOBA BUKAN HANYA KESEHATAN SEMATA, TETAPI BISA MENJADI PENYAKIT SOSIAL YG MEMATIKAN, PENYAKIT TERKAIT SEPERTI AIDS, HEPATITIS, DAN TBC DAPAT MENGHABISKAN BIAYA ANGGARAN, PERAWATAN MEDIS DAN KESEHATAN

.

                                                                                                                                                                   KESIMPULAN
                                  MEMAHAMI DAMPAK PENYALAHGUNAN NARKOBA

•KALAU KITA BISA  MEMAHAMI DAMPAK DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA YANG BEGITU DAHSYAT YANG BERUJUNG PADA TERGANGGUNYA KERJA SIMPUL SYARAF OTAK DAN KEMATIAN,SERTA BESARNYA BESARNYA KERUGIAN MATERIAL  SECARA INDIVIDU YANG DITIMBULKANNYA.
•PRAVALENSI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI INDONESIA PADA TAHUN 2011 SEBANYAK 3,8 JUTA JIWA, SEDANGKAN PADA TAHUN 2012 SEBANYAK 4 JUTA JIWA, MAKA TIDAK BERLEBIHAN BILA INDONESIA SUDAH BERADA DALAM LAMPU KUNING BAHAYA NARKOBA.
Rehabilitasi Pengguna Narkoba,Jangan Penjarakan
•Hingga sejauh ini masih belum tersosialisasi dengan baik menyoal paradikma baru penanganan terhadap korban narkoba. Mereka masih dianggap sebagai pelaku tindak pidana yang perlu diproses hukum. Sekarang sekitar 23 ribu korban narkoba menghuni lembaga permasyarakatan, disamakan sangsinya dengan penjahat.
•Padahal saat ini yang dibutuhkan para korban narkoba tersebut adalah memulihkan dirinya kembali ke kehidupan normalnya melalui upaya rehabilitasi. Mereka sudah kehilangan masa lalunya, jangan biarkan masa depannya juga pupus,
•Sayangnya,lanjutnya,cara pandang seperti itu belum banyak diketahui serta disadari masyarakat. Sehingga ketika ada korban narkoba ditemukan,langsung diartikan penempatannya di penjara. Akhirnya mereka semakin brutal, karena penjara bukan jalan keluar bagi pecandu. Disitu mereka banyak bergaul dengan banyak orang, diantaranya pengedar juga. Bila sekarang masih pengguna, nanti mereka bisa perlahan menjadi kurir dan kelamaan berubah menjadi Bandar,
•Lewat rehabilitasi, pasar narkoba di Indonesia semakin lama berkurang bahkan habis karena tidak ada lagi masyarakat yang menjadi pecandunya
•BNN bersama aparatur pemerintah lainnya yakni Mahkamah Agung, Kementerian Hukum, dan Polri telah melakukan kemitraan untuk mnyamakan cara pandang penanganan korban narkoba dengan rehabilitasi.
PENANGANAN KOMPREHENSIF
•PENANGGULANGAN NARKOBA DI INDONESIA MEMERLUKAN PENANGANAN SECARA KOMPREHENSIF,INTEGRAL DAN SINERGITAS DERNGAN DIPAYUNGI LEGALITAS NASIONAL.
•KOMITMEN PARA PEMANGKU KEPENTINGAN BERSATU PADUUNTUK MENCEGAH DAN MEREHABILITASI PENYALAHGUNA DAN PECANDU SERTA MEMEBDERANTAS PRODUKSI DAN PEREDARAN GDELAP NARKOBA DI INDONESIA.
•INTINYA MEMBANGUN KOMITMEN PARA PEMANGKU KEPENTINGAN UNTUK BERSIKAP JUJUR, SERIUS DAN KONSISTEN DALAM MELAKSANAKAN PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA.
STRATEGI NYA
•UNTUK MENGATASI TINGGINYA ANGKA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI INDONESIA KUNCINYA ADALAH REHABILITASI.
•HAL TERSEBUT DAPAT TERLAKSANA PERLUNYA MEMPERKUAT DENGAN MELIBATKAN SELURUH KOMPONEN MASYARAKAT DAN KEMENTERIAN TERKAIT, TERUTAMA KEMENTERIAN KESEHATAN DAN SOSIAL UNTUK LEBIH AKTIF MELAKUKAN REHABILITASI GTERHADAP EMPAT JUTA WARGA BANGSA YANG SUDAH TERKONTAMINASI NARKOBA.
•HARAPANYA WALIKOTA, PARA CAMAT DAN LURAH UNTUK MEMILIKI TEMPAT REHABILITASI GUNA MERAHABILITASI WARGANYA YANG SUDAH TERLANJUR MENGKOMSUMSI NARKOBA.
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
                                                          Gambar

Gambar

 
Leave a comment

Posted by on March 6, 2014 in Berita

 
 
%d bloggers like this: