RSS

Monthly Archives: May 2014

BNN KOTA JAKARTA TIMUR MENGIKUTI KEGIATAN PEMBERDAYAAN ALTERNATIF DEPUTI BIDANG MASYARAKAT BNN MELALUI PELATIHAN SABLON DI KAMPUNG PERTANIAN, RW.02, KELURAHAN KLENDER, KECAMATAN DUREN SAWIT, JAKARTA TIMUR TANGGAL 20 MEI 2014


Kegiatan dimulai Pukul 10.00  dan diikuti oleh peserta muda-mudi dari RW.01, RW.02, RW.03, dan RW.04 Kelurahan Klender, Satgas Anti Narkoba Kelurahan Klender, para RT dan RW Kelurahan Klender, serta para undangan.

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan, penyerahan alat sablon dari Badan Narkotika Nasional Pusat diwakili oleh Bapak Mohammad Ali Azhar, S.H.,Msi selaku Ka.Subdit Masyarakat Perkotaan Badan Narkotika Nasional Pusat kepada salah satu wakil dari peserta kegiatan, Doa, foto bersama, penutupan dan dilanjutkan dengan pelatihan sablon oleh para fasilitator dari tanggal 20 s.d 24 Mei 2014.

1.  Bapak Sunar selaku wakil Lurah Duren Sawit mengucapkan terima kasih kepada Badan Narkotika Nasional yang telah

memberikan pelatihan beberapa kali di Kelurahan Duren Sawit sehingga masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan

mempunyai keterampilan kerja. Disamping itu Beliau juga menyampaikan bahwa daerah yang rawan terhadap masalah narkoba

tidak hanya di RW 01, RW.02, RW.03, RW.04 tetapi juga di RW.03, RW.10, dan RW.17 yang merupakan daerah kumuh di

Kelurahan Duren Sawit.

2.   Bapak AKP.Wasito, S.H selaku Wakil Kepala Polsek Duren Sawit menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

a)      Kelurahan Duren Sawit merupakan daerah yang rawan terhadap kekerasan seksual pada anak sekolah

b)      Masyarakat diharapkan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba, mengkonsumsi minuman keras, merokok dan

tawuran. Disamping itu juga masyarakat dihimbau untuk melaporkan ke pihak kepolisian terkait informasi pengedar atau

jaringan  Narkoba dilingkungannya

3.    Bapak Mohammad Ali Azhar, S.H.,Msi selaku Ka.Subdit Masyarakat Perkotaan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Badan Narkotika Nasional menekankan beberapa hal sebagai berikut :

a)        Di Jakarta Timur terdapat 19 titik rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

b)        Salah satu upaya dalam melaksanakan P4GN adalah pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan

yang salah satunya adalah pelatihan keterampilan sablon sehingga masyarakat yang tidak mempunyai

pekerjaan memiliki keterampilan kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Masyarakat di Keluharan Duren Sawit dihimbau untuk memahami bahwa Tahun 2015 adalah Tahun Penyelamatan bagi Pengguna Narkoba sehingga bagi masyarakat yang mempunyai keluarga sebagai penyalahguna narkoba dihimbau untuk tidak takut dan segera melaporkan anggota keluarga ke IPWL seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Badan Rehabilitasi Lido atau dapat melapor ke Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya keterampilan Pelatihan Sablon yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN telah dilaksanakan di beberapa perkampungan, antara lain Kampung Ambon dan Kampung Bali. Dan sampai saat ini ada beberapa kelompok sablon yang berhasil membuat usaha untuk menambah dan memperbaiki perekonomian dan diharapkan kampung pertanian juga memilki kelompok sablon yang sama.

GambarGambarGambar

GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 22, 2014 in Berita

 

Melalui Kegiatan peran serta Universitas Negeri Jakarta dalam P4GN mari kita ciptakan lingkungan kampus Bersih dari Penyalahguna Narkoba


Peran Serta Universitas Negeri Jakarta Timur dalam rangka menciptakan Lingkungan kampus Bersih dari Penyalahguna Narkoba

Hari        : Rabu

Tanggal : 30 April 2014

Pukul   : 08:00 – 12:00 WIB

Tempat : Gedung Perpustakaan Kampus Universitas Negeri Jakarta

 

Gambar

 

Dalam kata sambutannya Kepala Badan Narkotika Kota Jakarta Timur  menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya memberikan Informasi tentang Bahaya Narkoba bagi Mahasiswa tapi Mahasiswa yang mengikuti sosialisasi P4GN juga harus membuktikan bersih dari Narkoba.

Mahasiswa yang terindikasi Positif tidak akan dilanjutkan proses hukum tp hasilnya akan ditelusuri apakah yang bersangkutan sebagai pengguna narkoba dan masuk kategori kecanduan. Sebab BNNK Jakarta Timur menggaransinya untuk Mahasiswa yang menjalani Test Urine di UNJ ini akan direhabilitasi hingga sembuh.

Di Kegiatan Peran Serta Universitas Negeri Jakarta dalam P4GN ini pada Paparan Pertamanya disampaikan oleh  Kabag TU BNN Provinsi DKI Jakarta ibu Christine Mustikowati, SE, M.Si. Materi yang di Paparkan adalah sbb :

NARKOBA ?

NAR =  NARKOTIKA

KO =  PSIKOTROPIKA

BA =  BAHAN ADIKTIF LAINNYA

PENGERTIAN UMUM :

Zat –zat alami maupun kimiawi yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh baik secara Oral (minum, hirup, hisap, sedot) maupun secara  injeksi/suntikan dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan prilaku seseorang

UNDANG-UNDANG NO.35/2009 TTG NARKOTIKA

  • NARKOTIKA  ADALAH  ZAT / OBAT YANG BERASAL  DARI TANAMAN ATAU  BUKAN  TANAMAN, BAIK SINTETIS  MAUPUN SEMI SINTETIS  YANG  DAPAT MENYEBABKANPENURUNANATAU  PERUBAHAN KESADARAN,  HILANGNYA RASA,  MENGURANGI SAMPAIMENGHILANGKAN RASA NYERIDAN DAPAT MENIMBULKAN  KETERGANTUNGAN.

NARKOTIKA DIBAGI 3 GOLONGAN

  GOLONGAN I :  TIDAK DIGUNAKAN DLM PENGOBATAN  HEROIN/PUTAW, GANJA, COCAIN, OPIUM,                              

                            AMFETAMIN,METAMFETAMIN/SHABU-SHABU, MDMA/EXTACY, DLL.

   GOLONGAN II : DIGUNAKAN DLM PENGOBATAN     CONTOH : MORFIN, PETHIDIN, METADONA, DLL

  GOLONGAN III : DIGUNAKAN DLM PENGOBATAN   CONTOH : CODEIN, ETIL MORFIN (DIONIN)

PENGERTIAN DASAR  PSIKOTROPIKA

 PSIKOTROPIKAADALAH ZAT / OBAT BAIK  ALAMIAH  MAUPUN  SINTETIS  BUKAN NARKOTIKA, BERKHASIAT PSIKOAKTIF MELALUI PENGARUH  SELEKTIF PD SUSUNAN SYARAF PUSAT YG MENYEBABKAN PERUBAHAN  KHAS PD AKTIVITAS MENTAL  DAN PERILAKU .

GOLONGAN PSIKOTROPIKA :

GOLONGAN I & II, DIGOLONGKAN MENJADI GOL I NARKOTIKA

GOLONGAN III : DIGUNAKAN DLM PENGOBATAN.

  ContohAMOBARBITAL,  PENTOBARBITAL, FLUNITRAZEPAM, DLL

GOLONGAN IV : BNYK DIGUNAKAN DLM TERAPI

  Contoh : DIAZEPAM, FLURAZEPAM,  FENOBARBITAL, NITRAZEPAM, DLL. 

PENJELASAN PENGGOLONGAN PSIKOTROPIKA

GOLONGAN  I  :

  • HANYA DIGUNAKAN UNTUK TUJUAN ILMU PENGETAHUAN TIDAK DIGUNAKAN DALAM TERAPI, MEMPUNYAI POTENSI AMAT KUAT  MENGAKIBATKAN SINDROMA KETERGANTUNGAN 

           Contoh : LSD/LISERGID, PSILOSIBIN, DLL

GOLONGAN II  :

  • DIGUNAKAN SANGAT TERBATAS PADA PENGOBATAN  DAN/ATAU UNTUK TUJUAN ILMU PENGETAHUAN, MEMPUNYAI POTENSI KUAT MENGAKIBATKAN SINDROMA KETERGANTUNGAN 

     Contoh : METAKUALON, METILFENDAT, SEKOBARBITAL, DLL

GOLONGAN III :

  • DIGUNAKAN DLM PENGOBATAN DAN TUJUAN ILMU PENGETAHUAN SERTA MEMPUNYAI POTENSI SEDANG MENGAKIBATKAN SINDROMA KETERGANTUNGAN

           Contoh : AMOBARBITAL,  PENTOBARBITAL, FLUNITRAZEPAM, DLL

GOLONGAN IV :

  • SANGAT LUAS DIGUNAKAN DLM PENGOBATAN DAN ATAU TUJUAN ILMU PENGETAHUAN, MEMPUNYAI POTENSI RINGAN MENYEBABKAN  SINDROMA KETERGANTUNGAN

     Contoh : DIAZEPAM, FLURAZEPAM,  FENOBARBITAL, NITRAZEPAM, DLL

  PRINSIP PENCEGAHAN BNN

1. Memberikan perlindungan dan mengurangi risiko

  1. Pencegahan ditujukan terhadap :

  – Yang belum pernah berhubungan dengan narkoba(Primer)

  Pengguna pemula/coba-coba(Sekunder)

  – Dan penggunakambuhan(Tersier)

3. Materi pencegahan harus menjelaskan risiko yang spesifikdari karakter masyarakat

4. Sasaran pencegahan meliputi seluruh lapisan masyarakat berjenjang

5. Kerjasama antari nstansi dan partisipasi aktif masyarakat

6. Keseimbangan antara pendekatan penindakan dan pencegahan itu sendiri

7. Berkelanjutan dengan metode yang disepakati masyarakat

Pada Paparan kedua yang diberikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH. MH

Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba dan korban penyalahgunaan narkoba

  • JANGAN DIPENJARAKAN
  • Hingga sejauh ini masih belum tersosialisasi dengan baik menyoal paradikma baru penanganan terhadap penyalahgunaan dan korban penyalahguna narkoba. Mereka masih dianggap sebagai pelaku tindak pidana yang perlu diproses hukum. Sekarang sekitar 23 ribu korban narkoba menghuni lembaga permasyarakatan, disamakan sangsinya dengan penjahat.
  • Padahal saat ini yang dibutuhkan para korban narkoba tersebut adalah memulihkan dirinya kembali ke kehidupan normalnya melalui upaya rehabilitasi. Mereka sudah kehilangan masa lalunya, jangan biarkan masa depannya juga pupus,
  • Saat ini ada kurang lebih 4 juta penyalahguna narkoba

NARKOBA SEBAGAI EXTRA ORDINARY CRIME

  • KORBANNYA LUAS DAN MASIF, SETIAP HARI SEKITAR    50 ORANG  MENINGGAL DUNIA
  • KERUGIANNYA SANGAT BESAR.  KERUGIAN PER TAHUN SEKITAR Rp. 50 TRILYUN  (UANG HASIL PENJUALAN NARKOBA, BIAYA REHABILITASI MEDIS, REHABILITASI SOSIAL,  MENURUNNYA KUALITAS SDM DENGAN KERUSAKAN OTAK SECARA PERMANEN, DLL).
  • MERUSAK KESEHATAN(CACAT PERMANEN PD OTAK) DAN MASA DEPAN GENERASI MUDA.
  •  PELAKUNYA MELIBATKAN JARINGAN YANG LUAS, LINTAS NEGARA, MEMILIKI DANA YANG SANGAT BESAR.
  • MEMERLUKAN PENANGANAN SECARA KHUSUS DAN UNDANG-UNDANG KHUSUS.
  •  ANCAMAN SERIUS  TERHADAP KEAMANAN (NARCOTERRORISM).

Kondisi bangsa yg terus dipacu mengikuti kemajuan & perubahan yg terus bergerak membuat sebagian kecil anak bangsa putus asa & salah memilih jalan.

–Fakta membuktikan, bahwa 4 juta anak bangsa telah keliru memilih & menjebakkan diri dalam narkoba.

–Hal ini memaksa pemerintah harus terus menyediakan fasilitas rehabilitasi yg memadai, disamping juga menyediakan aparatur BNN yg profesional, berkompeten & berintegritas di bidangnya.

Cara pandang berbeda

  • Konteks menghadapi tantangan masalah narkoba, masyarakat harus memiliki cara pandang yang sama terhadap masalah narkoba.
  • Masyarakat harus dapat memahami bahwa korban penyalahgunaan narkoba dan pelaku kejahatan narkoba itu berbeda. “Mereka para korban penyalahgunaan narkoba harus ditolong dan direhabilitasi sehingga bisa reintegrasi di tengah masyarakat dan kembali bisa meraih masa depannya,

KESIMPULAN PERAN AKTIF YANG DIHARAPKAN

  • MASYARAKAT MEMPUNYAI KESEMPATAN YANG SELUAS-LUASNYA UNTUK BERPERAN SERTA MEMBANTU PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DAN PREKURSOR NARKOTIKA,                  PASAL 104-108 UU NARKOTIKA NO. 35 TAHUN 2009.
  • DIPERKUAT DENGAN DITERBITKANNYA INSTRUKSI PRESIDEN NO. 12 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN JAKSTRANAS P4GN TAHUN 2011 – 2015, DIMANA SEMUA KOMPONEN MASYARAKAT BANGSA DAN NEGARA BERSINERGI DAN BEKERJASAMA MENSUKSESKAN UPAYA P4GN UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA BEBAS NARKOBA 2015.

PENCEGAHAN DINI

  • LAKUKAN TEST URINE SELURUHNYA UNTUK :

– MEMETAKAN SIAPA SAJA YG TERLIBAT KONSUMSI NARKOBA

– APABILA ADA YG POSITIF, SEGERA TINDAKLANJUTI (ASSESMENT/REHAB/DIBINA)

– MENCEGAH YG LAIN COBA2

MASA LALU

  • Setiap manusia mengalami up and down dalam kehidupan. Kadang merasa memiliki nilai tapi kadang juga benar-benar tidak merasa bernilai. Bahkan setiap orang memiliki masa lalu yang terkadang sangat sulit atau keras.
  • Salah satu kunci penting itu, “be happy now”, atau berbahagialah dengan kondisi saat ini.
  • untuk memiliki impian. “hidup tanpa impian, maka mempersulit langkah menuju tujuanbahwa mimpi bisa menjadi vitamin yang kuat untuk membuat seseorang kuat pada komitmennya dalam mengejar cita-citanya.
  • “ Yang terpenting adalah kita harus kuat pada impian kita, artinya kita harus konsisten pada apa yang kita inginkan”,Tentukan visi, lakukan tindakan, sensitif pada perubahan, dan bersikaplah fleksibel”,

PERAN SERTA  PERGURUAN TINGGI DAN MAHASISWA  KAMI HARAPKAN

* BERIKAN INFO TTG NARKOBA SEKECIL APAPUN

* PERHATIKAN PERKEMBANGAN SEJAK DINI

* PERHATIKAN PERUBAHAN PRILAKU DI LINGKUNGAN DIMANA SAUDARA BERADA

* BERIKAN SOLUSI THD ORG YG SEDANG BERMASALAH *LEBIH BAIK MENJADI CONTOH DR PD SEKEDAR MEMBERI CONTOH

* BERIKAN ARAHAN APBL  ADA ORG DISEKITAR KITA YG SUDAH JD PECANDU NARKOBA

* TURUT PERDULI DLM P4GN GUNA MENYELAMATKAN ANAK BANGSA

Penyalahguna/Pecandu

  • Bahwa pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkoba bukan merupakan pelaku kriminal, tetapi orang yang sakit yang harus diobati.
  • Pengobatanya melaui Rehabilitasi bukan dipenjarakan.
  • Caranya melaui IPWL dan asesmen apabila tertangkap oleh petugas.
  • Perlunya kepedulian kita bersama untuk menyalamatkan anak bangsa.
  • Dan Tahun 2014 ini merupakan komitmen kita bersama yaitu Tahun penyelamatan pencandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkoba.

MENCEGAH DAMPAK BURUK DI KALANGAN KAMPUS DAN MAHASISWA

  • Mengintensifkan sosialisasi tentang kejahatan narkotikaserta akibat-akibatnya di Kampus dan harus diingatkan untuk memahami apa dampak destruktif darikebiasaan mengkumsumsi narkotika.
  • Mengawasi secara ketat lingkungan kampus terhadap pihak-pihak luar yang menjual narkotika, tentunya kerjawsama dengan pihak terkait.
  • Pihak Rektorat secara rutin melakukan tes urine dan razia terhadap anak-anak didiknya dan segenap staf pengajar. dan bukan rahasia lagi, cendikiawan pun sudah terkontaminasi narkotika.
  • Memonitor anak didiknya yang nilainya terus menunjukan tidak baik, bahkan turun, narkotika kemungkinan besar salah satu penyebab kegagalan di suatu perguruan.
  • Menjatuhkan sanksi yang setimpal kepada anak didik yang terbukti mengkomsumsi narkotika.

GambarGambarGambar

Gambar

Gambar

Gambar

 

GambarGambarGambarGambarGambar

GambarGambarGambarGambar

Gambar

 

Gambar

 

 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2014 in Education

 

” OPTIMALISASI PENYELAMATAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DENGAN PERAN AKTIF MAHASISWA, PERGURUAN TINGGI SWASTA, DAN KOPERTIS “


Wahana Desiminasi Informasi Sosialisasi P4GN melalui FGD di Lingkungan Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta Timur

Hari        : Kamis

Tanggal : 17 April 2014

Pukul   : 08.00 – 14:00 WIB

Tempat: Kopertis III Cawang   Jakarta Timur

Dalam kata sambutannya Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH, MH  mengatakan Bahwa Kegiatan ini yang Pertama untuk Kalangan Perguruan Tinggi, untuk SMA/K sudah dilaksanakan tiga kali, SMP dua kali, Para Olahragawan/ti satu kali dan Pejabat Pemerintahan satu kali serta Masyarakat sudah Sering.

Mahasiswa sebagai Generasi Penerus Bangsa, bias jadi Kader/jembatan, perpanjangan tangan Pemerintah di Lingkungan Masyarakat. Terutama dilingkungan kampus untuk membentengi agar terhindar dari Narkoba.

Diharapkan Para Peserta mau melaporkan Pecandu Narkoba untuk di Pulihkan/direhabilitasi, mengingat wilayah Jakarta Timur begitu Luas. Penyalahguna Narkoba bukan merupakan suatu perilaku Kriminal akan tetapi orang yang sakit dan butuh kepedulian direhabilitasi, Tidak perlu masuk Penjara. Harapannya agar para Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini dapat menyampaikan pesan tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Gambar

 Gambar

 Sambutan disampaikan oleh Prof.Dr. Ilza Mayuni, MA selaku Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta

Gambar

Sambutan disampaikan oleh Bapak Supardi, SH, MH selaku Kepala BNN Kota Jakarta Timur

Gambar

 Penyematan PIN Anti Narkoba oleh Bapak Supardi, S.H.,M.H kepada      Prof.Dr. Ilza Mayuni, MA

Gambar

Penyematan PIN Anti Narkoba oleh Prof.Dr. Ilza Mayuni, MA kepada Perwakilan Mahasiswi

Gambar

 Penyematan PIN Anti Narkoba oleh Bapak Supardi, S.H.,M.H kepada Perwakilan Mahasiswa

Gambar

Foto Bersama dengan Perwakilan Mahasiswa

Gambar

Paparan disampaikan oleh Bapak Supardi, S.H.,M.H selaku Kepala BNN Kota Jakarta Timur

Gambar

Diskusi Kelompok

Gambar

 Foto Bersama dengan Seluruh Peserta Sosialisasi P4GN

Gambar

Foto Bersama Panitia Sosialisasi P4GN di Lingkungan Perguruan Tinggi Swasta

 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2014 in Education

 
 
%d bloggers like this: