RSS

Monthly Archives: June 2014

“PERAN SERTA UNIVERSITAS ISLAM JAKARTA DALAM P4GN GUNA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN KAMPUS BERSIH DAN BEBAS DARI PENYALAHGUNAAN NARKOBA”


Alhamdulillah telah dilaksanakan dengan Lancar dan Sukses pada

Hari/Tanggal                :  Rabu/ 28 Mei 2014

Tempat                        :  Aula Kampus Universitas Islam Jakarta

Acara                          :  Peran Serta Universitas Islam Jakarta Dalam  Menciptakan

Lingkungan Kampus Bersih dan Bebas Dari Penyalahguna Narkoba.

Pembuka Acara         :      Wakil Rektor III Universitas Islam Jakarta Bapak Edi Suhara, SE, MM

Nara Sumber             :

1.   Bapak Supardi, SH, MH Kepala BNN Kota Jakarta Timur

2.   Jalal Wangsi, SH dari Lembaga bantuan Hukum PB HMI

3. W.Wempi Hadir Presiden GMNI Bidang Politik dan Luar Negeri

Moderator                  :   Sunaryo, S.Sos. MM

Peserta                     :  Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Islam Jakarta

Susunan Acara          :

1.  Registrasi

  1. Pembukaan
  2. Pembacaan Tilawatil Qur’an
  3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
  4. Sambutan
  5. Stand Up Komedi
  6. Pembacaan Puisi
  7. Talk Show Bahaya Laten Narkoba pada Generasi Muda….
  8. Pemilihan Duta Kampus Anti Narkoba
  9. Band Akustik
  10. Penutupan

1.   Pembukaan

Acara kegiatan Peran Serta Universitas Islam Djakarta Guna Menciptakan Lingkungan Kampus Bersih dan Bebas Dari

Penyalahguna Narkoba dibuka oleh pembawa acara pada pukul 10.00 WIB

2.   Pembacaan Tilawatil Qur’an oleh Mahasiswi Universitas Islam Djakarta.

3.   Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya” oleh seluruh hadirin.

4.   Sambutan saudara Muhazir selaku Ketua Pelaksana Universitas Islam Jakarta. Pada kesempatan tersebut ketua panitia

menyampaikan kegiatan kemahasiswaan pada hari ini kegiatan yang sangat baik sekali yaitu dengan tema “ BAHAYA LATEN

NARKOBA DITENGAH KEHIDUPAN PARA GENERASI MUDA PENERUS BANGSA “ Tema ini diambil karena begitu bahayanya

narkoba pada generasi muda. Narkoba merupakan ancaman ketahanan nasional yang sangat serius yang juga merupakan

bahaya laten.

5.  Sambutan dari Presiden Mahasiswa  BEM Universitas Islam Djakarta,  Saudara Hendra Purwanto

Dalam sambutannya beliau menekankan bahwa mahasiswa tidak terlepas dari bahaya narkoba, minuman keras, dan hal-hal negatif lainnya. Untuk itu mahasiswa Universitas Islam Djakarta akan menjadi garda depan dalam memerangi narkoba dan diharapkan para mahasiswa ikut berpartisipasi dan tidak jenuh dan lelah dalam memerangi masalah narkoba.

6.  Sambutan dari wakil Rektor  III, Bapak Edi Suhara, SE, MM Beliau menyampaikan kegiatan pada hari ini yaitu tentang “Bahaya Laten Narkoba ditengah kehidupan para Generasi Muda penerus bangsa melalui Peran Serta Universitas Islam Djakarta dalam Menciptakan Lingkungan Kampus Bersih dan Bebas Dari Penyalahgunaan Narkoba merupakan kegiatan yang sangat baik, sebagaimana data yang didapat dari Badan Narkotika Nasional ada kurang lebih 4 juta penyalahguna narkoba yaitu Perguruan Tinggi sebanyak 2,7%, SMA sebanyak 49%, SMP sebanyak 24,9% bahkan penyalahguna narkoba sudah ada pada anak Sekolah Dasar yaitu sebanyak 12%. Hal ini sudah sangat mengkawatirkan generasi muda bangsa Indonesia. Awalnya para penyalahguna memulai dengan mencoba-coba kemudian menjadi toleran kemudian meningkat menjadi kebiasaan terus meningkat menjadi kebiasaan dan akhirnya ketergantungan, sakaw, organ tubuh rusak akhirnya meninggal dunia. Beliau juga sangat mengapresiasi Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur yang telah mengadakan sosialisasi bahaya narkoba. Untuk itu pihak Universitas Islam Djakarta berupaya untuk mengadakan sosialisasi bahaya narkoba ke fakultas-fakultas dan juga mengadakan pemilihan Duta Kampus Anti Narkoba. Beliau juga mengharapkan kerja sama Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur untuk menciptakan Lingkungan Kampus Universitas Islam Djakarta yang Bersih dan Bebas Dari Penyalahguna Narkoba ini akan terus berlanjut.

7.  Sambutan Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur oleh Bapak Supardi, SH, MH. dalam sambutannya Beliau menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Kegiatan ini merupakan moment yang sangat penting dalam usaha menciptakan Lingkungan Kampus Universitas Islam Djakarta yang Bersih dan Bebas Dari Penyalahguna Narkoba.
  2. Beliau mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelengara kegiatan dan mengucapkan selamat dating kepada seluruh peserta kegiatan Peran Serta Universitas Islam Djakarta Guna Menciptakan Lingkungan Kampus Bersih dan Bebas Dari Penyalahguna Narkoba.
  3. Ada kurang lebih 4 juta masyarakat Indonesia yang telah salah memilih dengan menjebablan diri pada narkoba, sebagaimana yang telah pernah saya sampaikan pada sosialisasi sebelumnya di Copertis bahwa penyalahguna pada SD sebanyak 12%, SMP sebanyak 24,9%, dan Perguruan Tinggi sebanyak 2,7%.
  4. Ada 29 Narkoba jenis baru yang juga perlu penangan serius sebelum generasi muda hancur karena narkoba.
  5. Narkoba tidak hanya dilarang oleh orang tua, guru, dosen juga dilarang oleh agama. Dalam Dalil Al Qur’an menerangkan :

Pertama: Allah Ta’ala berfirman,

Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS. Al A’rof: 157). Setiap yang khobits terlarang dengan ayat ini. Di antara makna khobits adalah yang memberikan efek negatif”.

 Kedua: Allah Ta’ala berfirman,

 “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu

Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang. Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa narkoba itu haram.

Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,

 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6: 309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if). Jika khomr itu haram, maka demikian pula dengan mufattir atau narkoba.

Pengaruh narkoba secara umum ada tiga yaitu :

1)     Depersan yang dapat menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat sehingga dapat mengurangi aktivitas fungsional tubuh serta dapat membuat pemakai merasa tenang, memberikan rasa melambung tinggi, memberi rasa bahagia dan bahkan membuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri.

2)     Stimulan yang dapat merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran serta dapat mengurangi rasa kantuk karena lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak jantung, tekanan darah dan pernafasan.

3)     Halusinogen yang dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta merubah perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan kesan palsu atau halusinasi.

Walaupun narkoba diharamkan oleh agama tetapi masih ada juga generasi muda mengkonsumsi barang haram tersebut mungkin disebabkan karena godaan setan. Narkoba dapat menyeret penyalahguna pada tindak kejahatan lainnya serta dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan. Oleh Karena itu sangat diperlukan peran aktif semua elemen masyarakat.

Peran Universitas Islam Djakarta sangat besar dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahguna dan Peredaran Gelap Narkoba. Dengan dibentuknya empat orang Duta Anti Narkoba Universitas Islam Djakarta merupakan suatu komitmen dalam penanggulan bahaya narkoba. Dan kita juga sangat mengharapkan adanya sinergi program antara Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur dengan pihak Universitas Islam Djakarta.

Dalam amanat Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 sangat “Tegas dan Manis” , tegas bagi Bandar narkoba dan manis bagi korban penyalahguna narkoba karena korban penyalahguna adalah orang sakit sehingga perlu direhabilitasi. Oleh karena itu mari membangun bangsa Indonesia agar mempunyai masa depan ceria.

8.  Stand Up Komedi yang dibawakan oleh Ahmad Faris Darari Mahasiswa dari Fakultas Hukum semester VI Universitas Islam Djakarta. Dalam stand up komedi ini menyampaikan tentang pesan bahaya narkoba dengan cara yang lugas dan menarik.

9. Pembacaan puisi “Sejak Pertemuan” oleh Rifqotunnisa Mahasiswi dari Fakultas Hukum Universitas Islam Djakarta.

Sebelum Acara Puncak Talk Show berlangsung, Moderator dari BNN Kota Jakarta Timur  Bapak Sunaryo, S.Sos, MM memberikan beberapa Yel Yel yang membuat Suasana di Aula Universitas Islam Jakarta ini menjadi semakin Bersemangat.

Isi dari Yel Yel tersebut :

Apakabar Mahasiswa/i Universitas Islam Jakarta dan dengan serempak Peserta menjawab : SEHAT, SEHAT, SEHAT !!!    

Prestasi      = Y E S !!!

Narkoba     =  N O !!!  

Universitas Islam Jakarta   = ANTI NARKOBA … ANTI NARKOBA …. ANTI NARKOBA !!!!

BNN KOTA JAKARTA TIMUR   =      L U A R    B I A S A !!!! 

Talk Show “Bahaya laten Narkoba ditengah kehidupan  Para Generasi Muda Penerus Bangsa Narasumber pertama oleh Bapak Supardi, SH, MH selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

Perlu adanya upaya untuk mensinergikan program dalam upaya menanggulangi masalah narkoba antara Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur dengan Universitas Islam Djakarta.

Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur baru diresmikan pada pertengan Bulan September tahun 2013 yang beralamat di Jl. Dr. Sumarno Sentra Primer Baru Gedung B2 Lantai IV kantor Walikota Jakarta Timur. Jika rekan-rekan ingin menyampaikan atau ingin memperoleh informasi silahkan untuk mendatangi kantor BNN Kota Jakarta Timur.

Narkoba merupakan bahaya laten ibarat “Penjajah Tanpa Muka” karena semua orang dapat terkena narkoba, narkoba merupakan bisnis yang sangat menggiurkan ibarat “Monster Yunani Kuno Berkepala Ular” jika dipotong akan muncul lagi karena narkoba adalah bisnis yang sangat menggiurkan. Bisnis ini sangat menggiurkan karena harga narkoba sangat mahal oleh karena itu narkoba adalah kejahatan yang sangat serius dan perlu penanganan yang juga sangat serius. Kejahatan narkoba melibatkan banyak sindikat dan jaringan narkoba oleh karena itu para mahasiswa harus mampu membentengi diri dari kejahatan narkoba.

Badan Narkotika Nasional selalu berpesan terutama dalam pertemuan di Wina Austria yang dihadiri oleh 94 negara bahwa penyalahguna bukan pelaku kriminal. Dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 ada pasal Ketentuan Pidana yaitu dari Pasal 111 sampai dengan 148 dalam pasal tersebut disebutkan mengenai Penyalahguna, namun sayangnya Penyidik Polri memasukkan penyalahguna dalam Pasal 111 sehingga penyalahguna dimasukkan dalam penjara. Ada ± 23.000 penyalahguna di Indonesia dan hanya 0,01% putusan hakim yang memutuskan penyalahguna untuk direhabilitasi dan selebihnya masuk penjara sehingga tempat lembaga pemasyarakatan menjadi overlapping, padahal mereka sangat membutuhkan bantuan kita.

Di DKI ada 7% penyalahguna dari seluruh populasi penduduk yaitu sebanyak 741.000 dan hanya baru sebanyak 18.000 yang direhabilitasi. Oleh karena itu perlu peran aktif Universitas Islam Djakarta dalam menangani 4,2 juta penyalahguna di Indonesia.

Penyalahguna bukan merupakan aib dan dimohon kepada pihak Universitas Islam Djakarta untuk ikut berpartisipasi dalam penyelamatan pengguna dengan memberikan informasi ke BNN Kota Jakarta Timur. Para penyalahguna yang tidak bermaslah (tidak ikut serta dalam peredaran narkoba) dapat melaporkan diri ke IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor). Di Jakarta Timur ada IPWL yaitu Rumah Sakit Duren Sawit, untuk biayanya telah disiapkan oleh Kementrian Kesehatan jadi tidak perlu kawatir mengenai pembiayaan. Bagi yang memberikan informasi mengenai Bandar Narkoba akan mendapat perlindungan hukum dan dijaga kerahasiaannya.

Narkoba bisa masuk ke Indonesia modusnya paling banyak melalui pelabuhan. Sindikat yang sangat sering ke Indonesia adalah sindikat dari Irak karena Indonesia dianggap paling lemah pewasannya dan harga narkoba di Indonesia paling mahal. Sindikat yang lain berasal dari Nigeria, sindikat ini biasanya modusnya dengan mempersunting orang Indonesia kemudian dititipkan koper yang berisi narkoba sehingga banyak wanita Indonesia yang tertangkap menjadi kurir narkoba. Sedangkan di Cina modusnya dengan mengunakan wanita hamil sebagai kurir narkoba untuk menghindari hukuman pidana namun sekarang hukuman pidana juga ditindak pada kurir wanita hamil. Oleh karena itu pihak BNN Kota Jakarta Timur sangat menolak kedatangan warga asing dari Nigeria yang bermaksud menjadi pemain bola di Indonesia karena ditakutkan mereka juga sebagai pengedar narkoba. Perlu diperhatikan bahwa Indonesia telah kehingan 50 Triliyun karena narkoba.

Dalam akhir perbincangan, beliau juga menekankan bahwa Tahun 2014 adalah tahun penyelamatan pengguna narkoba.

sumber kNaraedua oleh Bapak W.Wempi Hadir selaku Presiden GMNI Bidang Politik dan Luar Negeri. Dalam perbincangannya Beliau menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

1)     Berbicara mengenai masalah generasi muda, Beliau sangat miris karena banyaknya generasi muda kita yang terlibat tawuran dan banyaknya generasi kita sebagai penyalahguna narkoba. “Ada apa dengan Karakter Bangsa Kita?”, Bangsa Kita Sedang Sakit”. Begitu banyaknya para aparatur negara yang terlibat kasus korupsi bahkan BNN Kota Jakarta Timur menyampaikan ada 12% anak SD yang telah menggunakan narkoba.

2)     Dalam sejarah bangsa pemuda memerankan peran yang sangat penting  dalam kehidupan bangsa dimulai dari berdirinya Budi Utomo kemudian munculnya Sumpah Pemuda dan Revolusi 1945 dan sekarang bagimana peran generasi muda kita.

3)     Dalam momentum regional yang akan dihadapi oleh Bangsa Indonesia yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN dikawatirkan Indonesia hanya menjadi penonton jika kita terus dilanda masalah narkoba.

4)     Aksi generasi muda sangat penting seperti dalam klise berikan “Sepuluh Pemuda Maka Bangsa Akan Maju”. Generasi muda akan menggantikan kepemimpinan bangsa dan apabila generasi muda mempunyai potensi dan tidak terjebak dalam masalah narkoba maka generasi muda pasti bisa memajukan bangsa.

5)     Narkoba juga merupakan masalah orang tua selain pemerintah dan generasi muda karena banyak generasi muda yang menggunakan narkoba karena ada masalah dengan orang tuanya. Disamping itu telah disampaikan bahwa narkoba adalah bisnis yang sangat menggiurkan hal ini perlu peran aktif pemerintah dalam upaya pencegahan dan tindakan.

6)     Beliau juga memohon penjelasan lebih lanjut mengenai penyelamatan pengguna narkoba, karena jangan sampai ada stigmen pengguna narkoba bebas. Beliau juga menghimbau agar generasi muda tidak menggunakan narkoba sehingga merugikan diri sendiri, keluarga dan lain-lain.

Narasumber ketiga oleh Bapak Jalal Wangsi, SH, dari Lembaga Bantuan Hukum PB HMI menyampaikan bahwa :

1)     Penyalahguna di Indonesia terus meningkat dan peredaran gelap narkoba merupakan suatu bentuk kejahatan. Kejahatan adalah sesuatu yang menyimpang dan kejahatan narkoba merupakan kejahatan luar biasa karena sangat merusak generasi bangsa dan mematahkan cita-cita generasi bangsa kita. Perkembangan teknologi yang semakin canggih menyebabkan sasaran peredaran narkoba semakin luas.

2)     Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, menyatakan bahwa narkotika adalah zat sintetis maupun semi sintetis yang sangat mempengaruhi kesadaran dan memnimbulkan efek yang merusak tubuh. Perlu adanya peran keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan serta pemerintah. Peran seluruh elemen masyarakat ini merupakan point terpenting dalam menanggulangi masalah narkoba. Pertanyaannya adalah apakah peraturan ini sudah dilaksanakan sesuai peraturan?. Dalam peraturan ini juga diamanatkan mengenai kewenangan BNN diperluas dimana kewenangan BNN diperluas untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan. Keweangan ini merupakan hal yang sangat bagus namun tumpang tindih dengan kewenangan Kepolisian. Beliau ingin mengkaji lebih dalam kepada pihak BNN mengenai kewenangan ini karena keduanya mempunyai kewenangan yang sama.

3)     Beliau menyatakan apresiasi terhadap BNN yang telah membentuk BNN Provinsi dan BNN Kota di seluruh Indonesia. Namun apakah BNN ini sudah bekerja dengan efektif ?, kemudian anggarannya dari mana ?

4)     Amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan sesuai target BNN tahun 2015 yakni Indonesia bebas narkoba bahwa BNN harus banyak melakukan penyuluhan-penyuluhan tetapi tidak ada harus melakukan koordinasi dengan lembaga lain bagaimana menyikapi hal tersebut.

Sesi Tanya Jawab.

Pertanyaan :

1. Anita dari Fakultas Ekonomi

Jika BNN sudah banyak melakukan penyuluhan-penyuluhan di berbagai kampus yang notabene sudah tau tentang bahaya narkoba, apakah ada peran BNN untuk melakukan penyuluhan pada anak jalanan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba?

2. Ahmad Fatif dari Fakultas Hukum

Pertanyaan Pertama. Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 BNN diberikan kekuasaan penyidikan dan penyelidikan yang saya temukan kasus dilapangan ada jenis narkotika yang tidak masuk dalam klasifikasi golongan I, II dan III seperti kasus Raffi Ahmad yang mengkonsumsi Katinon. Ada asas hukum legalitas bahwa seseorang tidak boleh dihukum pidana jika tidak ada aturan tertulis yang mengaturnya. Bagaimana menanggapi hal ini?

Pertanyaan Kedua ditujukan untuk Bapak W. Wempi Hadir. Sebagai tokoh pemuda, Apa hak dan kewajiban dalam upaya penanggulangan narkoba karena dari amanat Undang_undang Nomor 35 tahun 2009 ada pasal tentang peran serta masyarakat?

 Jawaban :

  1. Jawaban dari Bapak Supardi, SH, MH selaku Kepala BNN Kota Jakarta Timur

Untuk pertanyaan Anita dari Fakultas Ekonomi. Beliau menyatakan bahwa program BNN Kota Jakarta Timur belum sampai pada penyuluhan-penyuluhan anak jalanan namun BNN Pusat sudah ada program kearah sana.

Untuk pertanyaan Ahmad Fatif dari Fakultas Hukum. Beliau menyatakan bahwa pada kasus yang menimpa Raffi ahmad pihak BNN telah memberikan masukan agar Raffi Ahmad direhabilitasi karena Raffi ahmad menggunakan zat yang memiliki dampak yang sama dengan narkotika. Ada 29 narkotika jenis baru yang memiliki dampak yang sama dengan narkotika dan Katinon memiliki dampak yang sama dengan MDMA.

Untuk pertanyaan Bapak Jalal Wangsi, S.H dari Lembaga Bantuan Hukum PB HMI. Beliau menyatakan bahwa kewenangan POLRI meliputi SOSBUDHAMKAM sementara kewenagan BNN hanya segelintir saja. Di Indonesia BNN diberikan kewenangan Eksofisio untuk melakukan koordinasi yang diatur dalam Pasal 75 sedangkan kewenangan POLRI diatur dalam pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 juga disebutkan bahwa BNN merupakan lembaga non struktural yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Angaran BNN berasal dari APBN dan sekarang anggaran BNN dipotong sebanyak 40% sementara kegiatan harus tetap dilaksanakan. Dalam melaksanakan koordinasi dengan elemen masyarakat diatur dalam Pasal 106 sampai dengan 108 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, BNN juga melaksanakan kerja sama bilateral dan multilateral. Pada kasus Corby ketika divonis grasi oleh Presiden, BNN dengan tegas menolak grasi tersebut.

Jawaban dari Bapak W. Wempi  selaku Presiden GMNI Bidang Politik dan Luar Negeri untuk pertanyaan Ahmad Fatif dari Fakultas Hukum. Beliau menyampaikan bahwa pemuda harus proaktif dalam menanggulangi masalah narkoba contoh seperti stand up komedi dengan bahasa yang mudah dan lebih cepat diterima dikalangan anak muda. Penanggulangan bahaya narkoba tidak bisa dilakukan dengan cara biasa perlu adanya gerakan pemuda misalnya seandainya pemuda menjadi penyusup di diskotik pasti banyak yang tertangkap. Oleh karena itu mari kita bersama-sama menjaga martabat bangsa dan saran dari saya “Kita adalah Generasi Emas yang Perlu Kita Jaga”.

Pemilihan Duta Kampus Anti Narkoba

Duta Kampus Anti Narkoba Universitas Islam Djakarta sebanyak empat orang yakni :

  1. Fachrus Rozi dari Fakultas Hukum
  2. Alfath Fathir dari Fakultas Hukum
  3. Ratna Febriani dari Fakultas Hukum
  4. Andini Nur Rohmatunisa dari Fakultas Agama Islam

Masing-masing  Duta Kampus Anti Narkoba mendapat PIN BNNK dan piagam penghargaan. Penyematan PIN Duta Kampus anti Narkoba dilakukan oleh Kepala BNN Kota Jakarta Timur Bapak Supardi, SH,MH dan pemberian piagam penghargaan diberikan oleh Wakil Dekan II Bapak Muhammad Taufik Husni, SH, MH.

Sebelum Acara ditutup para Peserta, Narasumber dan panitia dihibur oleh   Band Akustik dari Universitas Islam Djakarta.

Pemberian piagam penghargaan kepada narasumber Kepala BNN Kota Jakarta Timur, Bapak Supardi, SH, MH oleh Presiden Mahasiswa BEM Universitas Islam Djakarta; narasumber Presiden GMNI Bidang Politik dan Luar Negeri, Bapak W.Wempi Hadir oleh Ketua Panitia Kegiatan; narasumber  Lembaga Bantuan Hukum PB HMI, Bapak Jalal Wangsi, SH oleh Wakil Dekan II Universitas Islam Djakarta.

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Pembacaan Tilawatil Qur’an

Gambar

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Gambar

Gambar

Gambar

Sambutan Ketua BEM

Gambar

Sambutan Wakil Rektor III

Gambar

Sambutan Kepala BNN Kota Jakarta Timur

Gambar

Gambar

Stand Up Comedy

Gambar

Pembacaan Puisi

 GambarGambarGambarGambar

GambarGambar

Sesi Tanya Jawab

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Akustik

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

Notulen :  Ni Nyoman Rusmiati, S.KM

Editing / Penyunting Berita :   Novarina Valentina, B.Sc

 
Leave a comment

Posted by on June 3, 2014 in Education

 
 
%d bloggers like this: