RSS

Monthly Archives: April 2016

Pagelaran Pentas Seni dan Budaya BNN Kota Jakarta Timur


Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur (BNNK Jaktim), melaksanakan giat Pagelaran Pentas Seni Budaya dalam rangka Pra Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Jakarta, Minggu (24/4/2016).

 Kegiatan pagelaran pentas seni budaya ini bertempat di Jln. Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) . Pagelaran Pentas Seni Budaya ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kota Jakarta Timur AKBP Mohammad Nasrun M, SH., MH Walikota Kota Administrasi  Jakarta Timur Drs Bambang Musyawardana, M.Si beserta Wakil Walikota Drs. H. Husein Murad, M.Si dan Jajaran Pejabat Walikota Kota Adminsitrasi Jakarta Timur. Dalam Pagelaran Pentas Seni ini mengambil Tema Dari  Sekarang  Stop Narkoba Atau Menyesal”.

Kegiatan pada hari minggu tersebut lebih ditekankan untuk anak usia dini, adapun bentuk kegiatan yang  diimplementasikan adalah lomba mewarnai untuk PAUD  dan Taman Kanak-kanak. Maka dari  itu mereka perlu pemahaman tentang bahaya narkoba sedini mungkin sebagai calon penerus  bangsa.

Adapun Point yang disampaikan dalam kegiatan Pagelaran Pentas Seni Budaya adalah :

  1. Narkoba merupakan ancaman serius yang harus diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat. Termasuk garda terdepan yaitu pihak keluarga, terutama Ibu-ibu dalam mendidik para generasi penerus bangsa.
  2. Keluarga sebagai garda paling depan dalam membantu menyampaikan pemahaman tentang bahaya narkoba.
  3. BNN Kota Jakarta Timur mengharapkan peran serta aktif dari masyarakat Kota Administrasi Jakarta Timur dalam Pencegahan dan Pemberantasaan serta Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
  4. Sinergitas lintas sektoral mutlak diperlukan dalam Persamaan persepsi tentang bahaya narkoba, agar BNN Kota Jakarta Timur mampu secara optimal dalam Pencegahan dan Pemberantasaan serta Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur.

Dalam penanggulangan masalah Narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) terus konsisten bekerjasama dengan berbagai Komponen Masyarakat dan Instansi lainnya untuk bersinergi dalam upaya mengakselerasikan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). #stopnarkoba

20160424_11422320160424_084147 - CopyDSC_0352DSC_035320160424_090254

20160424_113833DSC_0385DSC_0394DSC_0375DSC_0416DSC_043620160424_09252520160424_10293520160424_082833

 
Leave a comment

Posted by on April 25, 2016 in Berita

 

BNN Amankan 150 ribu Pil Ekstasi di Kawasan Pulogebang Jaktim


Jakarta, 24 April 2016

Berdasarkan informasi masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pria berinisial DSJ (47) di kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (21/4). Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan ratusan ribu pil ekstasi didalam mobil sedan yang dikendarai oleh tersangka. Total barang bukti yang disita adalah 150.298 butir pil ekstasi dengan berat keseluruhan 44,6 Kg. Ekstasi tersebut dikemas kedalam 30 paket yang disimpan di koper dan tas milik tersangka.

Penangkapan berawal dari pengejaran Petugas BNN terhadap mobil sedan hitam yang keluar dari area parkir sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Saat penangkapan, tersangka melakukan perlawanan. Petugas melakukan penembakan dan berhasil melumpuhkan tersangka dengan luka tembak dibagian kaki sebelah kiri.

Kemudian petugas melarikan tersangka ke RS. Polri, Kramatjati-Jakarta Timur untuk dilakukan pengobatan. Saat akan diperiksa, kondisi fisik tersangka menurun. Petugas kembali membawa DSJ ke RS untuk mendapat pertolongan. Namun, sesampainya di RS. Polri Kramatjati, dokter menyatakan bahwa DSJ telah meninggal dunia.

Hingga kini BNN masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap dan menangkap tersangka lain dalam kasus tersebut.  #stopnarkoba

B/PR- 25 /IV/2016/HumasFB_IMG_1461335240008FB_IMG_1461335243160FB_IMG_1461335246172FB_IMG_1461335249467FB_IMG_1461335252394FB_IMG_1461335255797FB_IMG_1461335258628FB_IMG_1461335262241FB_IMG_1461335265257FB_IMG_1461335268520FB_IMG_1461335275371FB_IMG_1461335271881

 
Leave a comment

Posted by on April 25, 2016 in Berita

 

PRESS RELEASE : BNN MUSNAHKAN 107 KG SABU DAN 59.000 BUTIR EKSTASI


Jakarta, 15 April 2016
B/PR-26/IV/2016/HUMAS
===================

Badan Narkotika Nasional (BNN) musnahkan 107.549,58 gram sabu dan 59.470 butir ekstasi di garbage plant – sanitation PT Angkasa Pura II, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/4). Pemusnahan barang bukti dari 14 kasus narkotika, 32 Tsk ini merupakan pemusnahan keempat yang dilakukan BNN pada tahun 2016. Sebelumnya petugas telah menyisihkan 168,5 gram sabu dan 315 butir ekstasi guna keperluan laboratorium, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan dari 107.718,08 gram sabu dan 59.785 butir ekstasi yang disita.
Kasus Pertama
Kasus pertama dari barang bukti yang dimusnahkan, yakni kasus narkotika dengan tersangka CAH (WNI), FAB (WNI), DK alias Buyung (WNI), REB (WNI), dan S alias Muslim (WNI) dengan berat bruto barang bukti sabu sebanyak 25.431,9 gram. Para tersangka diamankan petugas pada hari Selasa (23/2), sekitar pukul 02.00 WIB, di Desa Bangun Sari Dusun II, Kel. Air Joman, Kec. Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Kasus Kedua
Pada kasus kedua petugas berhasil mengamankan 1 bungkus plastik bening berisi sabu seberat      5,72 gram dan 1 bungkus rokok putih berisi 2 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 15,58 gram. Dari kasus ini petugas mengamankan S (WNI) di tempat parkir kuliner depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Kamis (25/2).

Kasus Ketiga
Kasus ketiga merupakan kasus peredaran gelap narkotika yang melibatkan tersangka berinisial MS (WNI). MS diamankan petugas dengan barang bukti 3.013,40 gram sabu, di Jalan Raya Setu – Cileungsi dan dilanjutkan dengan penggeledahan di rumahnya di Kampung Dua RT. 002/RW. 021,   Kel. Jaka Sampurna, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu (9/3).

Kasus Keempat
Peredaran gelap narkotika pada kasus keempat melibatkan dua orang tersangka berinisial SN alias Inov (WNI) dan CDA alias Dewi (WNI). Keduanya ditangkap pada Sabtu (12/3), sekitar pukul         11.00 WIB, di Jl. Bojong Raya Kp. Bojong Rt. 001/Rw. 026 Kel. Bakti Jaya, Kec. Sukmajaya, Depok Timur, Depok. Barang bukti yang berhasil disita dari kedua tersangka adalah sebanyak 925 gram sabu.

Kasus Kelima
Pada kasus kelima, petugas mengamankan 306 gram sabu dari tersangka berinisial BW (WNI). BW diamankan di dalam sebuah gerbong kereta api Cepu Express, Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (14/3), sekitar pukul 09.30 WIB.

Kasus Keenam
Kasus keenam merupakan kasus Narkotika yang melibatkan seorang tersangka berinisial TKN (WNI) dengan barang bukti sabu sebanyak 48 gram. Tersangka diamankan petugas pada Senin (14/3), sekitar pukul 15.10 WIB, di Jl. Raya Pakal Rt. 001/Rw. VI Kel. Pakal Kec. Pakal Kodya Surabaya, Jawa Timur.

Kasus Ketujuh
Kasus ini merupakan kasus peredaran gelap Narkotika dengan barang bukti berupa 98 gram sabu. Dalam kasus ini, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial MS (WNI), di Jl. Banyu Urip      Kel. Banyu Urip Kec. Cawan Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (14/3).

Kasus Kedelapan
Pada kasus kedelapan petugas mengamankan 2 (dua) orang tersangka berinisial DIP (WNI) dan AWN alias Ucok (WNI). DIP diamankan ketika menerima paket berisi 521 gram sabu yang dikamuflasekan melalui paket kiriman berisi Gear Pump dari Malaysia. Ia diamankan di sebuah warung sate yang berada di bilangan Duren Sawit, Jakarta, pada Kamis (17/3). Selanjutnya petgas melakukan controlled delivery dan mengamankan AWN alias Ucok sesaat setelah menerima paket dari DIP di halaman parkir belakang SPBU Matraman, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (18/3).

Kasus Kesembilan
Kasus kesembilan merupakan kasus yang melibatkan tersangka berinisial AC, MJ, F, UM, MSH, MW, dan APP. Ketujuhnya adalah warga negara Indonesia yang ditangkap di halaman parkir Hotel Aruni, Jalan RE Martadinata Rt. 006/Rw. 004 Kel. Ancol Kec. Pademangan Utara, pada Jumat (18/3), dengan barang bukti sabu sebanyak 39.606 gram.

Kasus Kesepuluh
Kasus kesepuluh merupakan kasus narkotika dengan barang bukti sabu sebanyak 11.022,5 gram yang didapat dari tersangka I alias Ade, SH alias Agam, FR alias Radir, MA alias Din, dan IK alias Amin. Para tersangka diamankan di area parkir Indogrosir yang berada di Jl. Sisingamangaraja KM 6,3 Amplas, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (18/3).

Kasus Kesebelas
Kasus selanjutnya, yakni kasus dengan barang bukti 9.985 butir ekstasi dari tersangka berinisial AZ alias Ade alias Asep (WNI) dan AL (WNI). Keduanya diamankan di tempat berbeda. AZ alias Ade  alias Asep  diamankan di Jl. Tol Exit Tomang Km. 02, Jakarta Barat, sedangkan AL diamankan di area parker sebuah mall yang berada di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, pada Kamis (24/3).

Kasus Keduabelas
Kasus ini melibatkan seorang warga negara Taiwan berinisial LWS. Ia diamankan di sebuah hotel yang berada di Jl. Marsekal Surya Darma, Tanggerang, Banten, pada Rabu (30/3), karena kedapatan memiliki sabu sebanyak 2.460 gram.

Kasus Ketigabelas
Kasus ketigabelas merupakan kasus dengan tersangka berinisial M alias Achin yang ditangkap dengan total barang bukti 21.425,98 gram sabu dan 44.849 butir ekstasi. Achin ditangkap petugas di sebuah pusat perbelanjaan yang berada di kawasan Gatot Subroto KM. 7,8, Medan, Sumatera Utara, pada Jumat (1/4).

Kasus Keempatbelas
Kasus terakhir, yaitu kasus narkotika dengan barang bukti berupa sabu sebanyak 2.839 gram, dengan tersangka berinisial H (WNI) dan A (WNI) yang diamankan petugas di Jl. Bulungan, depan Polsek Gunung Tabur Kel. Gunung Tabur Kec. Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Senin (4/4). #stopnarkoba

HUMAS BNN

IMG-20160415-WA0003

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2016 in Berita

 

KAPITA SELEKTA TENTANG GANJA Kompilasi catatan kecil berbagai referensi


• Pada era pramodern ganja lebih banyak dipakai sebagai obat dan tujuan spiritual.

• Beberapa jenis tanaman ganja diantaranya Cannabis sativa atau ganja (memiliki bahan psikoaktif), Cannabis sativa L atau dikenal sebagai rami (tidak mengandung bahan psikoaktif dan dipakai dalam produk seperti minyak, pakaian, dan bahan bahan bakar), Cannabis indica (mengandung bahan psikoaktif), serta Cannabis ruderalis.

• Ganja tiba di Timur Tengah antara 2000 SM dan 1400 SM dan tiba di Amerika pada awal abad ke 20, di barat daya Amerika.

• Pada 1930, Harry Aslinger menjadi komisioner pertama dari Federal Bureau of Narcotics (FBN) dan melakukan beberapa upaya untuk membuat ganja ilegal di semua negara.

• Pada tahun 1937, Undang-undang Pajak Marijuana menempatkan ganja di bawah peraturan dari Drug Enforcement Agency, mengkriminalisasi kepemilikan pabrik di seluruh negeri.

• Salah satu sebab mengapa ganja menjadi tumbuhan terlarang adalah karena zat THC, zat ini bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk sesaat jika salah digunakan atau dengan kata lain dapat membuat
pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

• Bahaya penyalahgunaan ganja secara teratur dan
berkepanjangan akan berakibat fatal berupa radang paru-paru, iritasi dan pembengkakan saluran nafas. Lalu kerusakan aliran darah koroner dan berisiko menimbulkan serangan nyeri dada, terkena kanker, menurunya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit, serta menurunnya kadar hormone pertumbuhan seperti tiroksin.

• Gangguan psikis berakibat menurunnya kemampuan berpikir, membaca, berbicara, berhitung dan bergaul. Kecenderungan menghindari kesulitan dan menganggap ringan masalah, tidak memikirkan masa depan dan tidak memilki semangat juang.

• Terdapat lebih dari 400 senyawa cannabinoids yang terdapat pada sebuah pohon ganja. Beberapa diantara senyawa tidak beracun
tersebut terbukti mampu mengobati kanker, mengurangi kecenderungan
psikotik pasien schizophrenia dan mengobati berbagai penyakit kronis lainnya. Senyawa-senyawa berkhasiat medis tersebut diantaranya seperti cannabidiol (CBD), cannabichromene (CBC), cannabigerol (CBG), dan
tetrahydrocannabivarin (THCV).

• Hukum positif Indonesia masih mengatur bahwa penyalahgunaannya mendapakat hukuman.

FB_IMG_1460436501481

HUMAS BNN

 
Leave a comment

Posted by on April 12, 2016 in Education, INFO

 

Press Release Pemusnahan Barang Bukti


Press Release Pengungkapan Sindikat Internasional Narkotika dan Pemusnahan Barang Bukti Hasil Operasi Bersinar 2016 “Joint Operation Polri, BNN, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Hubla Kemenhub, dan Kemenkum HAM”.#stopnarkoba

FB_IMG_1459926126610FB_IMG_1459926116850FB_IMG_1459926172940FB_IMG_1459926134511FB_IMG_1459926147638FB_IMG_1459926105836FB_IMG_1459926141518IMG-20160406-WA0014

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2016 in Berita

 

# PERANG LAWAN NARKOBA, MENKUMHAM KUMPULKAN PERSONEL #


Jakarta – Dugaan maraknya peredaran Narkoba di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) di Indonesia memang bukan isapan jempol semata. Banyak bandar Narkoba justru ‘makmur’ di dalam jeruji besi pun sudah terbukti. Tak dapat dipungkiri bahwa bandar Narkoba yang mendekam dalam Lapas tidak mungkin meneruskan bisnis haramnya seorang diri.

Terdapat oknum yang turut serta melancarkan bisnis sang bandar dengan imbalan sejumlah uang. Kasus-kasus Narkoba yang berhasil diungkap pada akhirnya menguak fakta bahwa penjara sudah disusupi Narkoba.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly, mengakui bahwa tidak semua Lapas dan Rutan benar-benar bersih dari Narkoba. Yasonna pun telah mengambil tindakan tegas berupa sanksi pemecatan dan pidana bagi anggotanya yang terlibat dalam peredaran gelap Narkoba.

Untuk mempertegas kebijakan tersebut, Yasonna mengumpulkan seluruh kepala Lapas, kepala Rutan, kepala divisi pemasyarakatan, serta kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Selasa (5/4), untuk diberikan pengarahan terkait

maraknya peredaran Narkoba di dalam penjara serta sanksi yang akan diberikan kepada oknum Lapas, Rutan dan Kementerian Hukum dan HAM yang membantu peredaran Narkoba. Pengarahan tidak hanya disampaikan oleh Yasonna, tetapi juga oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan. Melalui pengarahan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan personil Kementerian Hukum dan HAM agar tidak mudah tergoda bujuk rayu sindikat Narkoba.

Setelah kegiatan pengarahan, dalam rangka perang melawan Narkoba di Lapas dan Rutan, saat ini Kementerian Hukum dan HAM bersama Kementerian Politik Hukum dan Kemanan, BNN, dan Bareskrim Polri tengah menggelar kegiatan rapat koordinasi serta bedah kasus terkait pencegahan dan pemberantasan Narkoba di Lapas dan Rutan.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pejabat antar kementerian dan lembaga terkait untuk bekerja lebih responsif.

Menurut Slamet Pribadi, Kabag Humas BNN, gebrakan dari Menkumham ini merupakan implementasi dari perintah Presiden tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada akhir Februari lalu. BNN berharap gebrakan Menkumham ini menjadi contoh konkret bagi kementerian dan lembaga yang lain, karena direktif Presiden ini menjadi dasar yang kuat bagi revolusi mental dan pembinaan generasi saat ini dan masa yang akan datang.

Sebelumnya, pada Senin (4/4), bertempat di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, BNN melakukan tes urine terhadap pejabat dan pegawai Kementerian Hukum dan HAM. Yasonna mengawali proses pengambilan sampel urine, yang dilanjutkan oleh sekitar 2.000 lebih anak buahnya. Selain di kantor pusat, tes juga dilakukan terhadap 44.000 pegawai kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia oleh BNN Provinsi (BNNP) se-Indonesia.

Rangkaian kegiatan tes urine, apel akbar, pengarahan dan sanksi tegas yang akan diberikan kepada oknum yang membantu peredaran Narkoba, serta rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga ini menunjukkan bahwa Kementerian Hukum dan HAM mengecam keras peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

Kementerian Hukum dan HAM juga menyatakan membuka diri terhadap laporan tentang dugaan jika ada pegawainya yang menyalahgunakan Narkoba dan menjadi kaki tangan sindikat Narkoba. Hal ini dilakukan demi membersihkan negara dari bahaya penyalahgunaan Narkoba dan menyelamatkan generasi muda penerus bangsa. #stopnarkoba

FB_IMG_1459820365359

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2016 in Berita

 

Pemberdayaan Alternatif melalui Pelatihan Kerajinan Kain Perca tingkat Pemula


Pembukaan Pelatihan Kerajinan Kain Perca Tingkat Pemula di Kampung Pertanian Klender Jakarta Timur
Selasa / 05 april 2016   09:30 WIB
Yg dihadiri Pak Wakil Walikota Jakarta Timur : Bapak Drs. H. Husein Murad, M.Si
Direktor Pemberdayaan Alternatif : Drs. Faturahman, SH., MM
Kepala BNNK Jakarta Timur : Mohammad Nasrun M SH., MH
Kapolres : Yang diwakili oleh Kapolsek Kompol Yudho H
Dandim : Yang diwakili oleh Danramil
Camat Duren Sawit : Abu Bakar, SE, M.Si
Lurah Pertanian : Bapak M idrus SH
Tujuannya:

Sebagai tindak lanjut Pemberdayaan Masyarakat agar Masyarakat Kampung Pertanian dapat menghasilkan prakarya  / kreatifitas yang nantinya dapat menjadi penghasilan bagi mereka.

IMG-20160406-WA0026IMG-20160406-WA0023IMG-20160406-WA0025IMG-20160406-WA0005IMG-20160406-WA0006IMG-20160406-WA0028IMG-20160406-WA0027

#stopnarkoba

 

 
Leave a comment

Posted by on April 6, 2016 in Berita

 
 
%d bloggers like this: