RSS

Category Archives: INFO

Sosialisasi Informasi P4GN pada Kelompok Masyarakat di Kecamatan Cakung


photogrid_1475817721153

Jakarta Timur

Sosialisasi Informasi P4GN pada Kelompok Masyarakat di Laksanakan di Padepokan Perguruan Pencak Silat Nasional Ikatan Seni Membela Diri Putra Setia Jalan Satria 1 Klp Satu RT 008/02 Kelurahan Ujung Menteng Cakung Jakarta Timur, tanggal 6 Oktober 2016, Hari Kamis Pukul 22.00 s.d 23.00 WIB dalam Rangka Taklim dan Sholat Tasbih Rutin Pengurus Pusat PSN.ISMD Putra Setia.

Adapun Narasumber pada Kegiatan ini adalah Ni Nyoman Rusmiati, S.KM selaku Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kota Jakarta Timur dan Dibantu Penggiat BNN Kota Jakarta Timur Bapak Ade Candra Prizany, SQ.,S.Kom.I

Dalam Kegiatan Ini Penyuluh dan Penggiat Anti Narkoba Memberikan Pengarahan Tentang Pentingnya Peran Serta Masyarakat dalam Melakukan Upaya P4GN. Disamping Itu Kegiatan Juga Diisi Dengan Pameran Replika Narkotika.

Dari Hasil Kegiatan Sosialisasi informasi P4GN, Ketua Padepokan Bapak Mayor Pol.Purn.Habib H.Abdiel Moechji Mengucapkan Terimakasih Kepada BNN Kota Jakarta Timur Atas Kesediaan BNNK Untuk Hadir Memberikan Penyuluhan Walaupun Tengah Malam dan Beliau Sangat Mengharapkan Agar BNN tetap Memberikan Penyuluhan di Wilayah Kelurahan Ujung Menteng dan Akan Menjadwalkan Penyuluhan Untuk Para Remaja dan Perguruan Padepokan Pencak Silat.
Pada Akhir Acara BNN Kota Jakarta Timur Menyerahkan Stiker Stop Narkoba. #stopnarkoba  (Nv).

photogrid_1475817848477

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 17, 2016 in Berita, INFO

 

KAPITA SELEKTA TENTANG GANJA Kompilasi catatan kecil berbagai referensi


• Pada era pramodern ganja lebih banyak dipakai sebagai obat dan tujuan spiritual.

• Beberapa jenis tanaman ganja diantaranya Cannabis sativa atau ganja (memiliki bahan psikoaktif), Cannabis sativa L atau dikenal sebagai rami (tidak mengandung bahan psikoaktif dan dipakai dalam produk seperti minyak, pakaian, dan bahan bahan bakar), Cannabis indica (mengandung bahan psikoaktif), serta Cannabis ruderalis.

• Ganja tiba di Timur Tengah antara 2000 SM dan 1400 SM dan tiba di Amerika pada awal abad ke 20, di barat daya Amerika.

• Pada 1930, Harry Aslinger menjadi komisioner pertama dari Federal Bureau of Narcotics (FBN) dan melakukan beberapa upaya untuk membuat ganja ilegal di semua negara.

• Pada tahun 1937, Undang-undang Pajak Marijuana menempatkan ganja di bawah peraturan dari Drug Enforcement Agency, mengkriminalisasi kepemilikan pabrik di seluruh negeri.

• Salah satu sebab mengapa ganja menjadi tumbuhan terlarang adalah karena zat THC, zat ini bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk sesaat jika salah digunakan atau dengan kata lain dapat membuat
pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

• Bahaya penyalahgunaan ganja secara teratur dan
berkepanjangan akan berakibat fatal berupa radang paru-paru, iritasi dan pembengkakan saluran nafas. Lalu kerusakan aliran darah koroner dan berisiko menimbulkan serangan nyeri dada, terkena kanker, menurunya daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit, serta menurunnya kadar hormone pertumbuhan seperti tiroksin.

• Gangguan psikis berakibat menurunnya kemampuan berpikir, membaca, berbicara, berhitung dan bergaul. Kecenderungan menghindari kesulitan dan menganggap ringan masalah, tidak memikirkan masa depan dan tidak memilki semangat juang.

• Terdapat lebih dari 400 senyawa cannabinoids yang terdapat pada sebuah pohon ganja. Beberapa diantara senyawa tidak beracun
tersebut terbukti mampu mengobati kanker, mengurangi kecenderungan
psikotik pasien schizophrenia dan mengobati berbagai penyakit kronis lainnya. Senyawa-senyawa berkhasiat medis tersebut diantaranya seperti cannabidiol (CBD), cannabichromene (CBC), cannabigerol (CBG), dan
tetrahydrocannabivarin (THCV).

• Hukum positif Indonesia masih mengatur bahwa penyalahgunaannya mendapakat hukuman.

FB_IMG_1460436501481

HUMAS BNN

 
Leave a comment

Posted by on April 12, 2016 in Education, INFO

 

CARA KERJA NARKOBA DI OTAK


Gambar

Ilmu pengetahuan umumnya dan kedokteran khususnya yang selama ini sudah sangat mengerti bahwa di dalam pembuluh darah mengalir darah dengan berbagai komponennya yang dipompa jantung keseluruh tubuh termasuk ke otak. Khusus bagian tubuh yang disebut otak, baru beberapa tahun belakangan ini diketahui fungsinya digerakkan melalui sistem saraf yang di dalamnya mengalir zat yang disebut neurotransmiter.

Neurotransmiter ini mempengaruhi terjadinya perubahan perilaku dan emosi bahkan cara berpikir. Narkoba yang masuk ke dalam tubuh melalui darah menuju otak akan mempengaruhi keseimbanganan neurotransmiter tersebut sesuai jenis-jenisnya.

Ada beberapa jenis neurotransmiter diketahui dipengaruhi narkoba yaitu a.1:

1.Dompamin, Noradrenalin dan Endorphin mempengaruhi proses pikir dan suasana hati yang banyak berperan dalam proses penyalahgunaan narkoba golongan:
– Amphetamine Type Stimulant (ATS) a.1 Ekstasi, Shabu, dan Kokain
– Mariyuana / Ganja
– Opiat a.1 Putaw / Heroin, Pethidin, Morphin
2.Gamma Amino Butiric Acid (GABA) mempengaruhi emosi terutama rasa cemas / khawatir berlebihan yang banyak berperan dalam proses penyalahgunaan narkoba golongan benzodiazepin sebagai pil penenang / pil tidur (Mogadon, Valium, Lexotan, dsb), pil koplo, pil BK
Narkoba dapat meningkatkan jumlah neurotransmiter yang dilepaskan kedalam bagian dari sel saraf didalam otak (synapse) dengan cara a.1:
– Meningkatkan proses kimiawi (Syntesa)
– Meningkatkan jumlah neurotransmiter yang disimpan

JENIS NARKOBA YANG BANYAK DISALAHGUNAKAN

1.DEPRESAN
Zat yang mengurangi aktivitas fungsional tubuh, menenangkan, tertidur s/d tidak sadar diri.

Efek pada Susunan Saraf Pusat (SSP)
– Mekanisme kerja Narkoba (derivat) di SSP
– Khusus opiat terikat pada reseptor tertentu bahkan diketahui hampir ada pada setiap area otak; kecuali sebelum (otak kecil)
– Reseptor otak memproduksi pentapeptide berupa, met-enkephalin, leu-enkephalin yang berefek sama dengan opiat.

Efek terhadap Sistem Limbik
– Sistem ini mengandung reseptor opiat dalam jumlah yang besar
– Sistem ini mempunyai peran dalam timbulnya rasa nyeri menetap dan kronik (dull and chronic pain).
– Efek bila rasa nyeri ini diatasi dengan opiat

Efek terhadap suasana hati (mood)
Penggunaan morfin pada invidu sehat sering mengakibatkan:
•Disforia
•Rasa takut yang berlebihan
•Gelisah, mual, dan muntah
•Pada dosis tertentu sebabkan kesadaran menurun dan kesulitan konsentrasi, bicara pelo dan gangguan koordinasi.

Perubahan EEG (Elektroensefalograf)
– Perubahan morifin pada otak individu akan sebabkan frekwensi lambat dan voltase tinggi, mirip EEG saat tidur atau pemberian barbiturat dosis rendah.
– Terdapat pengurangan fase REM dan non REM tidur yang dalam.
– Sedangkan non REM light sleep dan keadaan atensi lebih lama.
– EEG lain memberikan efek bifasik dengan gel. Alfa dan beta menurun sedangkan theta meningkat.

Efek pada Serotonin.NT
– Terhadap sistem ini memberikan efek modulasi persepsi nyeri.
– Karena efek analgesik mirip dengan morfin maka; berpengaruh pada stimulasi 5 HT.
– Efek dependesi dan toleransi dapat dipulihkan dengan pemberian 5HT.

Efek terhadap sistem Noradrenergik
– Opiatmemberikan aktivasi, berupa penghambatan sensasi nyeri
– Memberikan efek sinergi analgesik oleh opioid (mu reseptor)

Efek terhadap sistem Dopamin. (MDMA)
– Menurunkan kadar dopamin di otak secara signifikan (PET.Scan)
– Meningkatkan metabolisme glukosa di Otak
– Menyebabkan terjadinya depresi-paranoia (permanen)

1.1    Opioida

Golongan zat alamiah, semi sintetik; diambil dari bagian pohon poppy.

Opium Berasal dari getah tanaman poppy, papaver somniverum yang dikeringkan, ditumbuk menjadi serbuk.

Morfin & Heroin, merupakan turunan opiat yang dibuat dari hasil percampuran getah pohon poppy dengan bahan kimia (semi sintetik).

Morfin merupakan zat aktif dari opium; heroin diambil dari morfin melalui proses kimiawi.

Opioida dimasukkan kedalam tubuh dengan disuntikkan atau dihirup.

1.2 Sedativa (Sedatif-Hipnotik)
Zat yang mengurangi berfungsinya sistem susunan saraf pusat, membuat lebih santai & ngantuk.

2.STIMULAN
Zat yang dapat merangsang fungsi tubuh, meningkatkan kesadaran & kegairahan kerja.

AMPHETAMINE TYPE STIMULANT (ATS)

Amfetamin
Zat sintetik yang dalam dosis tinggi menyebabkan paranoid (curiga berlebihan) karena halusinasi lihat & dengar.

SILANG TERMS (nama jalanan yang banyak dikenal)
•Uppers
•Ups
•Wake ups
•Bennies
•Dexies
•Black beauties
•Jollies
•Speed
•Shabu
•Ekstasi

ATS digolongkan sebagai zat yang menstimulasi susunan saraf pusat (SSP); tidak berwarna dan bisa dihisap melalui hidung / saluran nafas, disuntikkan melalui pembuluh darah dan ditelan melalui saluran pencernaan.

ATS ada yang bisa digunakan sebagai obat untuk mengobati a.1 depresi dan kegemukan

ATS juga digunakan untuk keperluan bukan pengobatan seperti :
•Mencegah ngantuk / tidur (avoid sleep)
•Menambah kemampuan oleh ragawan (improve athletic performance)

Gejala yang timbul pada penyalahgunaan ATS a.1
•Meningkatnya keinginan untuk terus berbicara (increased talkativeness)
•Meningkatnya perilaku agresif (increased aggressiveness)
•Meningkatnya frekuensi pernafasan (increased breathing rate)
•Meningkatnya denyut jantung (increased heart rate)
•Meningkatnya tekanan darah (increased blood pressure)
•Berkurangnya napsu makan (reduced appetite)
•Pelebaran pupil mata (dilated pupils)
•Halusinasi lihat (visual hallucinations)
•Halusinasi pendengaran (auditory hallucinations)

PERUBAHAN PERILAKU
•Melakukan gerakan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas (compulsive)
•Pergerakan berulang-ulang (repetitive)
•Pergerakan tidak terkendali (less organized)
•Kecurigaan / kewaspadaan berlebihan (suspicious)

PADA DOSIS BERLEBIHAN
•Demam dan berkeringat (fever and sweating)
•Mulut terasa kering (dry mouth)
•Sakit kepala (headache)
•Penglihatan kabur (blurred vision)
•Denyut jantung tidak teratur (irregular heartbeat)
•Jari-jari tangan gemetar (tremors)
•Hilangnya koordinasi pengendalian diri (loss of coordination)
•Tidak sadarkan diri / pingsan (collapse)

Kematian bisa terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, gagal jantung dan panas / demam sangat tinggi.
•Gangguan jiwa dengan gejala skizofrenia paranoid.
•Kelaparan dan kurang gizi karena napsu makan berkurang
•Meningkatnya kemungkinan menderita penyakit karena kurang gizi, kurang tidur dan lingkungan kehidupan yang tidak sehat.
•Perilaku kekerasan dan agresif
•Infeksi sebagai akibat penggunaan jarum suntik

GEJALA PUTUS ATS
•Tidur panjang yang kurang nyenyak selama 24 sampai 48 jam
•Merasa sangat lapar (extreme hunger)
•Perasaan sedih yang dalam (deep depression)
•Perasaan cemas berlebihan (anxiety reactions)

AKIBAT PENYALAHGUNAAN ATS SELAMA KEHAMILAN

Terjadinya bayi baru lahir dengan :
•Gangguan di jantung (cardiac defects)
•Gangguan pada rongga mulut (cleft palate)

ATS yang ada di masyarakat a.1

•Amfetamin
Zat sintetik yang dalam dosis tinggi menyebabkan paranoid (curiga berlebihan) karena halusinasi lihat & dengar.

•Kafein
Zat yang dapat ditemukan pada kopi, teh, coklat & minuman soda (a.1 coca cola).

•Kokain
Alkaloida berasal dari Erythroxylon coca.

Pemakaian dalam dosis besar dapat menyebabkan perilaku hiperaktif, curiga berlebihan, tindak kekerasan dan kematian karena gangguan denyut jantung.
Kokain dimasukkan kedalam tubuh dengan dihirup melalui hidung, dihisap seperti rokok dan disuntikkan ke pembuluh darah.

3.HALUSINOGEN
Zat yang dapat mengubah persepsi termasuk halusinasi.
Sebagian besar berasal dari tanaman (a.1 mescaline dari cactus peyote & psilocybin dari jamur).
Sebagian lagi diramu dilaboratorium (a.1 Lysergic Acid Diethylamide / LSD).

Penyalahgunaan zat ini menyebabkan disorientasi tempat, waktu dan orang, bahkan mengenai dirinya sendiri; juga kilas balik / flash backs disertai cemas / takut berlebihan.

Mariyuana (Ganja)
Berasal dari tanaman perdu Cannabis Sativa, daun, biji & bunganya. Zat aktifnya THC (Delta-9 Tetra Hydro Cannabinol).
Dalam jumlah besar menyebabkan gangguan ingatan dan koordinasi, cemas & curiga berlebihan, serta panik.

4.TEMBAKAU
Zat aktifnya nikotin.
Dalam jumlah besar dapat menimbulkan rasa cemas berlebihan & gangguan konsentrasi serta akibat buruk pada paru & jantung.

5.ALKOHOL
Zat yang mengandung etanol sebagai penekan susunan saraf pusat dengan akibat kurangnya koordinasi anggota tubuh, kesadaran, dan gangguan orang tubuh a.1 fungsi hati.

 
Leave a comment

Posted by on January 18, 2014 in INFO

 

Berbagai Dampak Yang Terjadi Akibat Penyalahgunaan Narkoba


A.GANGGUAN FISIK & PSIKIS / MENTAL
Semua jenis NARKOBA bekerja pada bagian otak yang menjadi pusat penghayatan kenikmatan, termasuk stimulasi seksual. Oleh karena itu penggunaan NARKOBA ingin diulangi lagi untuk mendapatkan kenikmatan yang diinginkan sesuai dengan khasiat farmakologiknya.

Potensi setiap jenis NARKOBA untuk menimbulkan ketergantungan tidak sama besar. Makin luas pusat penghayatan kenikmatan yang dipengaruhi oleh NARKOBA, makin kuat potensi NARKOBA untuk menimbulkan ketergantungan.

1.Reaksi toksik
Reaksi keracunan atau intoksikasi dapat terjadi pada setiap pengguna, terlebih lagi bila terjadi overdosis. Di sini fungsi tubuh sudah tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Secara klinis reaksi seperti ini sering terjadi pada pengguna depresan susunan saraf pusat dan golongan opioid. Untuk setiap zat gambaran klinisnya berbeda.

2.Reaksi putus zat atau sindroma abstinensi
sindroma abstinensi atau putus zat adalah gejala fisik dan psikologik bila seorang pecandu menghentikan penggunaan atau mengurangi dosis zat yang sama secara tiba-tiba. Gejala biasanya kebalikan dari efek akut zat yang sama. Sebagai contoh putus zat yang menyebabkan tidur, akan terjadi sukar tidur, tegang, suhu meningkat, pernafasan cepat. Lamanya gejala putus zat bervariasi tergantung waktu paruh obat, intensitasnya sepadam dengan banyaknya zat yang digunakan. Terapi utama adalah memberi dukungan kepada pasien: cukup istirahat dan masukan makanan, berikan obat dari kelas yang sama secukupnya untuk mengurangi gejala penderitaan, dosis obat kemudian diturunkan pelahan dan dihentikan pada hari ke 5-10.

3.Sindroma otak organik
Sindroma otak organik meliputi kebingungan, disorientasi dan penurunan fungsi kognisi, bila tidak ada gejala putus zat biasanya tanda vital cukup stabil. Diperlukan uji laboratorium untuk memilah diagnosis dari diagnosis banding dengan gejala kebingungan seperti fungsi ginjal, fungsi hati, keseimbangan elektrolit. Periksa apakah ada proses di dalam otak lainnya seperti pendarahan, tumor, infeksi.

4.Psikosis
Jika pasien jelas sadar, terjaga, orientasi terhadap orang baik, tanda vital stabil, tak ada tanda halusinasi atau delusi sebelum penggunaan zat. Beberapa zat seperti depresan sistem saraf pusat atau stimulan seringkali menginduksi terjadinya psikosis, onsetnya tiba-tiba (beberapa jam sampai hari), seringkali pasien dibawa oleh polisi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Misalnya seseorang beberapa waktu setelah menyalahgunakan narkoba, kemudian berteriak dan tertawa keras tidak beralasan, telanjang dipinggir jalan sambil mengatur lalu lintas dengan kacau.

5.Flashback
Sering dialami oleh mereka yang menggunakan kanabis dan halusinogen. Mungkin terjadi karena adanya sisa zat dalam tubuh, stres psikologik, perilaku ‘panik’ atau perangsangan atas fungsi otak secara temporer. Pasien mengalami gejala panik.

6.Ansietas dan depresi
Gejala sedih, gelisah sangat sering terjadi terutama bila personaliti dan situasi pasien memang demikian sebelumnya. Tanda munculnya anxietas biasanya gelisah, insomnia sampai gejala serangan panik (tiba-tiba berdebar, rasa tercekik mau mati, takut gila atau takut mati). Intoksikasi stimulan dan putus zat depresan diikuti perasaan tidak tahan terhadap bising, tidak nyaman, sehingga pasien menghindari kerumunan, seringkali salah diagnosis menjadi fobia sosial atau agorafobia.
Episode depresi sementara dapat terjadi pada putus zat stimulan dan intoksikasi depresan. Pasien mengeluh suka tidur (insomnia), sukar konsentrasi, tidak nafsu makan.

 
Leave a comment

Posted by on December 26, 2013 in INFO

 
 
%d bloggers like this: